Tolok Ukur LinkedIn 2025

Temukan LinkedIn benchmark terbaru dan dapatkan insights tentang cara mengoptimalkan strategi kamu untuk meningkatkan kehadiran di LinkedIn.

Elena Cucu
Elena Cucu
Jul 10, 2025
linkedin benchmarks report

Di 2025, LinkedIn bukan sekadar jaringan profesional—ini adalah mesin konten penuh. Organic reach tetap kuat dan engagement pengguna terus meningkat. Brand makin fokus pada platform ini. Tapi pertanyaan utamanya bukan apakah kamu harus hadir di LinkedIn—tapi bagaimana cara tampil agar hasilnya benar-benar terasa.

From engagement rates to video view rates, content performance to follower growth, this LinkedIn benchmarks study —based on the analysis of 1M posts published over 2024  —  breaks down what’s working right now—and where there’s still untapped potential.

Ringkasan eksekutif

  • Engagement LinkedIn turun sebesar 8,3% pada paruh pertama 2025.
  • Pada pertengahan 2025, tingkat engagement LinkedIn berdasarkan impressions ada di angka 5,20%.
  • Postingan multi-gambar adalah tipe paling menarik di LinkedIn, dengan rata-rata tingkat engagement 6,60%. Dokumen native menyusul dengan tingkat engagement per postingan 5,85%, dan video mendapat 5,60% tingkat engagement per postingan.
  • Postingan multi-gambar adalah format yang menghasilkan jumlah suka terbanyak.
  • Polls menghasilkan jumlah impressions tertinggi. Jadikan ini opsi postingan terbaik untuk tujuan ini.
  • 32% postingan brand berisi gambar dan 30% berupa tautan.
  • Brand meningkatkan penggunaan video (sebesar 8%), polls (sebesar 55%), dan postingan teks (sebesar 18%).
  • Halaman brand dengan lebih dari 100K follower di LinkedIn bisa mendapatkan hingga 2K tampilan per video.

Tren garis engagement LinkedIn 2025

Melihat tingkat engagement berdasarkan impressions di LinkedIn, data menunjukkan tren naik yang konsisten dari Januari 2024 (4,48%) hingga Desember 2024 (5,42%). Ini mencerminkan pertumbuhan stabil sepanjang tahun lalu.

Pada paruh pertama 2025, engagement mencapai puncaknya di bulan Maret (5,76%). Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama di 2024, saat rata-rata engagement sekitar 4,56%. Namun, mulai April 2025, engagement mulai sedikit menurun, hingga mencapai 5,19% di Juni 2025.

Secara keseluruhan, engagement LinkedIn di H1 2025 tetap lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun ada penurunan kecil setelah bulan Maret. Ini menunjukkan bahwa brand masih mendapatkan visibilitas dan interaksi audiens yang lebih kuat dibandingkan 2024. Namun, untuk menjaga performa puncak, kamu perlu fokus kembali pada format konten dan strategi posting.

h1 2025 linkedin engagement evolution

Benchmarking engagement LinkedIn berdasarkan impressions

Langsung saja ke intinya dan bahas hal terpenting untuk setiap marketer social media berbasis data — yaitu angka.

Format Konten

Rata-rata Tingkat Engagement 2025

Gambar ganda

6,60%

Dokumen asli

6,10%

Video

5,60%

Gambar

4,85%

Polling

4,40%

Teks

4,00%

Pada tahun 2025, multi-image posts memimpin dengan tingkat engagement rata-rata 6,60%. Ini membuktikan bahwa visual storytelling tetap menjadi keunggulan engagement di LinkedIn. Format ini sangat cocok untuk menampilkan budaya perusahaan dan acara secara cepat. Cara ini kini jadi salah satu praktik LinkedIn yang wajib dipakai oleh marketer di sektor B2B.

Native documents come second, with a LinkedIn average engagement by impressions of 6.10% engagement rate. Their greatest asset —being great for breaking down complex insights, step-by-step content, and frameworks that invite users to pause and engage.

Postingan video kini berada di 5.60% rata-rata engagement rate LinkedIn, naik signifikan dari 4.00%. Lonjakan ini menunjukkan kualitas dan relevansi video native yang semakin baik. Bukan lagi soal produksi yang rapi, tapi obrolan nyata, nilai singkat, dan konten yang memang dirancang untuk performa di dalam feed.

Postingan gambar have seen modest growth, landing at 4,85%, average engagement rate. Still reliable, still versatile—but they don’t grab attention like multi-images or video

Polls melonjak ke 4,40%, dua kali lipat engagement yang mereka hasilkan di 2023. Cukup besar, kan? Jika dilakukan dengan benar—yaitu dengan pertanyaan nyata yang mengundang opini—polls bukan lagi hanya untuk reach. Mereka sekarang menghasilkan engagement bermakna dan mendorong visibilitas secara besar-besaran.

Postingan hanya teks berkisar di angka 4%, sedikit naik dari engagement 3% di 2023. Postingan ini masih bisa efektif, tapi hanya jika teksnya tajam, berani, atau sangat personal.

Secara keseluruhan, format postingan yang mengalami peningkatan engagement paling signifikan dibandingkan tahun sebelumnya adalah:

  • Native documents
  • Video
  • Polls
  • Postingan teks

What this LinkedIn data tells us is simple: Format kini lebih penting dari sebelumnya. The type of content you post directly impacts how much traction you get.

linkedin engagement benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan tingkat engagement LinkedIn kamu

  • Prioritaskan postingan multi-gambar dan carousel native. These formats give you real estate to tell a story, break down concepts, or showcase step-by-step value. They naturally encourage swipes, which signals engagement to the algorithm.

  • Mulai gunakan video native secara strategis. Jangan hanya posting video karena terlihat menarik. Berikan hook dalam 3 detik pertama. Tambahkan subtitle. Pastikan durasinya di bawah 90 detik. Video punya tingkat engagement rata-rata LinkedIn ketiga tertinggi di 2025 dan merupakan format paling sering dibagikan. Kalau kamu belum menggunakan video, berarti kamu melewatkan reach potensial.

  • Jangan abaikan polling—gunakan dengan tujuan jelas. Generic questions won’t cut it anymore. Frame polls around hot takes, trends, or internal industry debates. They’re not just for impressions anymore—they’re earning real engagement and a great instrument for research.

  • Stop terlalu bergantung padapostingan tautan. They’re still common, but their average LinkedIn engagement rate is dragging behind. Instead, repurpose blog content into carousel posts or short-form videos that lead users to the link in the comments.

  • Campur jenis postingan secara strategis. Brand paling sukses tidak terpaku pada satu format. Mereka gunakan multi-gambar dan video sebagai andalan, lalu tambahkan polling dan carousel untuk variasi gaya engagement sepanjang bulan.
Increasing your brand presence in 2025 on Linkedin will come down to having a more authentic, human approach to using the platform. Sharing stories and experiences rather than faceless graphics, stats and conference updates and creating deeper and more genuine connections with your audience. - Katie Brown, Founder at Five Social UK

Rata-rata likes per postingan LinkedIn

Untuk likes, jumlah follower bukan sekadar metrik pamer—ini adalah pengali. Semakin banyak follower kamu, semakin kuat dampak kontenmu. Tapi ada detailnya: tidak semua format sama efektif dalam mendapatkan likes itu.

Follower halaman

Rata-rata suka

Beberapa gambar

Rata-rata suka

Dokumen asli

Rata-rata suka

Video

Rata-rata suka

Gambar

Rata-rata suka

Polling

Rata-rata suka

Teks

1–5K

27

22

20

20

2

10

5-10K

51

28

33

33

4

8

10–50K

105

35

60

60

6

17

50-100K

155

60

85

100

10

33

100K-1M

285

80

125

200

27

50

Postingan multi-gambar jadi juara dalam menciptakan daya tarik instan. Ini membuat format ini paling disukai di LinkedIn saat ini. Format ini unggul karena mendorong kamu untuk scroll, menyajikan cerita visual, dan sering memberi nilai singkat di tiap gambar. Cocok untuk audiens B2B yang ingin belajar tanpa harus membaca teks panjang.

Postingan gambar tunggal menempati urutan kedua dalam jumlah likes yang dihasilkan. Konten jenis ini sangat efektif menarik perhatian, terutama saat menggunakan visual mencolok, desain bermerk, atau statistik yang menarik. Konten ini mudah dikonsumsi dan cepat disukai, sehingga tetap tinggi di funnel engagement.

Video juga tidak kalah, jelas menarik perhatian audiens LinkedIn—terutama jika terasa personal, langsung, dan bernilai tinggi.

Carousel dokumen asli (postingan gaya PDF) juga terus menunjukkan performa baik, terutama kalau kontennya praktis dan langsung bermanfaat—seperti checklist, template, atau kerangka singkat.

Thoughtful comments from the brand build credibility, while ambassadors (including leaders!) expand its reach, boost trust, and draw visitors to the company’s profile. That strong foundation then helps turn visitors into community members. - Mihaela Radu, LinkedIn Strategist

Dan meskipun angkanya berbeda-beda, tren ini tidak hanya terjadi di level atas. Polanya berulang di semua ukuran halaman.

linkedin likes benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan suka di LinkedIn

  • Buat storytelling multi-gambar. Perkenalkan masalah, pancing insight, lalu sampaikan inti utamanya.

  • Padukan caption kuat dengan konten yang bisa discroll. Jangan hanya unggah gambar—beri konteks. Hook yang menarik di caption mendorong klik ke galeri gambar, sehingga peluang mendapat like makin besar.

  • Buat video yang native, singkat, dan personal. Likes video memang di bawah multi-image, tapi tetap efektif, terutama jika kamu menarik perhatian penonton dengan cepat dan durasi di bawah 90 detik. Behind the scenes, klip founder, dan tips singkat semuanya punya performa bagus.

  • Pacukan engagement dalam satu jam pertama. Algoritma LinkedIn sangat menyukai traction awal. Dorong tim internal kamu untuk memberi suka dan berinteraksi dengan postingan saat baru dipublikasikan. Momentum cepat ini bisa memperluas reach kamu secara signifikan.
Stop feeling above crafting a well-rounded social strategy. B2C brands often get the reputation of being able to have the most fun, but B2B brands can also partake. It takes figuring out your community and how you can best engage them. If there is a trend happening that makes sense for your brand, create content around that. If there is a meme that is relatable to your brand and community, post that! Jada S, Senior Social Media Manager

Rata-rata impressions per postingan LinkedIn

Pada 2025, polling mendominasi dalam hal impressions di LinkedIn. Tidak ada format lain yang mendekati.

Polling secara konsisten menghasilkan impressions lebih banyak daripada jenis postingan lain. Mudah banget untuk engagement, dan setiap vote langsung mendorong postingan itu ke jaringan pemilihnya lagi. Ini menciptakan siklus viral yang meningkatkan visibilitas.

Follower halaman

Rata-rata Impressions

Multi gambar

Rata-rata Impressions

Dokumen asli

Rata-rata impressions video

Rata-rata Impressions

Gambar

Rata-rata Impressions

Polling

Rata-rata Impressions

Teks

1–5K

650

820

450

350

508

300

5-10K

1500

1000

890

635

1700

200

10–50K

3600

2000

1850

1750

2645

1400

50-100K

7000

4200

3400

2875

8630

2670

100K-1M

10000

3800

4550

2260

28700

4460

Jika disajikan seputar opini panas, topik trending, atau kontroversi ringan, mereka jadi magnet algoritma. Polling mudah untuk diajak engagement tapi sangat kuat untuk reach.

Di sisi lain spektrum, postingan teks adalah titik terlemah dalam hal impressions.

linkedin impressions benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan impressions kamu di LinkedIn.

  • Pakai polling secara strategis (tapi jangan berlebihan). Ya, polling memang magnet impressions. Tapi hanya jika kamu menanyakan pertanyaan nyata. Contohnya: tren industri, opini kontroversial, riset social media, atau pendapat ringan tapi relevan.

  • Gunakan caption untuk membangun suasana. Polling yang bagus bukan sekadar soal pertanyaan—konteks juga penting. Pakai caption untuk membagi insight singkat, data, atau mendobrak kebiasaan. Lalu ajukan pertanyaannya. Anggap ini seperti post thought leadership singkat lengkap dengan CTA.

  • Tinggalkan postingan teks polos kalau tidak benar-benar bernilai. Kalau mau pakai teks saja, beranikan diri. Bagikan opini kuat, momen emosional, atau insight mengejutkan. Kalau tidak, hanya jadi kebisingan—dan algoritma mengetahuinya.
Brands can't afford to 'wing' socials anymore. They need to examine their holistic strategy, values, and how consumers interact with them to make sure they aren't drowning in a sea of noise. Chasing virality isn't a goal anymore; consumers expect to be prioritised and brands need to focus on connecting with them at a deeper level. - Magali Mas D’Amato, Social Media Consultant

Rata-rata tampilan video di LinkedIn

Saat kamu melihat tampilan video di LinkedIn, perbedaan antara halaman perusahaan kecil dan besar sangat jelas. Selisihnya sangat besar.

Follower halaman

Rata-rata Tampilan Video

1–5K

190

5-10K

400

10–50K

1000

50-100K

765

100K-1M

2430

Halaman dengan kurang dari 5K pengikut rata-rata mendapatkan 190 tampilan per video. While that may not be an incredible,huge number, that's expected. These pages are still building brand awareness, have limited reach, and are often just beginning to experiment with video content.

Halaman dengan lebih dari 100K pengikut rata-rata mendapat 2,4K tampilan per video. Halaman ini memanfaatkan pengalaman, strategi yang matang, dan dorongan algoritma untuk meningkatkan visibilitas video secara signifikan.

Namun, ingat bahwa ukuran halaman saja tidak menjamin jumlah penonton. Format, gaya, dan kualitas konten juga sangat berpengaruh.

linkedin video views benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan tampilan video kamu di LinkedIn

  • Mulai dengan hook—selalu. Jika tiga detik pertama tidak menghentikan orang menggulir, kamu sudah kalah. Buka dengan pertanyaan berani, data mengejutkan, atau pernyataan langsung. Itu cara membuat orang memperhatikan.

  • Buat personal, bukan promosi. Orang tidak membagikan atau menonton iklan—mereka engage dengan cerita, pelajaran, dan insights. Ubah dari “Ini produk kami” jadi “Ini yang kami pelajari saat meluncurkan produk kami.” Ubah dari pitch jadi perspektif.

  • Buat singkat, tajam, dan nyata. Lupakan intro panjang atau transisi rumit. Pastikan di bawah 60 detik. Gunakan caption. Bicara langsung ke kamera.

  • Libatkan C-level kamu di LinkedIn. Baik itu founder, kepala konten, atau pendukung brand—wajah manusia menarik lebih banyak engagement dan durasi tonton dibanding logo, motion graphics, atau stok video. Orang terhubung dengan orang lain.
In 2025, B2B brands can increase their brand presence by focusing more on thought leadership content. This can be through video content whether short vertical video content or long video content. While at it brands need to be consistent, be authentic and focus on content that is engaging and adds value. Egline Samoei, Digital Marketing Strategist

Pola postingan

Pada tahun 2025, halaman perusahaan di LinkedIn memposting lebih banyak dari sebelumnya. Ini menunjukkan LinkedIn tidak lagi dianggap sebagai prioritas rendah.

Tapi di sinilah menariknya. Meski brand lebih sering hadir, sebagian besar kontennya masih terpusat pada dua format saja.

Format konten

Volume Postingan 2024

Gambar multi

4.40%

Dokumen asli

4.30%

Video

13,90%

Gambar

31,30%

Jajak Pendapat

5,30%

Teks

12,40%

Link

28.50%

Untuk pembagian konten, begini cara brand mengarahkan upaya mereka: 30% dari konten yang dipublikasikan berupa gambar, sedangkan 28% berupa postingan link.

Tingginya jumlah postingan gambar dan link menunjukkan banyak brand memilih format yang cepat dibuat dan mudah dijadwalkan. Cara efisien untuk menjaga ritme posting yang konsisten. Namun, ini juga membuka peluang baru.

Padukan konsistensi dengan variasi konten yang lebih beragam agar volume postingan meningkat benar-benar menghasilkan engagement yang lebih tinggi dan visibilitas yang lebih baik.

linkedin posting volume 2024

Namun, saat menganalisis pola posting brand dari tahun ke tahun, kami melihat beberapa perubahan ke arah yang positif.

Dibandingkan tahun 2023, brand mulai lebih sering menggunakan format berikut. Ini jadi langkah pertama menuju kalender konten yang lebih beragam:

  • Video mengalami kenaikan penggunaan sebesar 8%. Mungkin terlihat kecil, tapi ini adalah langkah awal, mengingat membuat video butuh usaha lebih dibanding format postingan lain.

  • Poll mendapatkan peningkatan penggunaan sebesar 55%. Itu pencapaian yang luar biasa. Setahun lalu, poll lebih pasif: pengguna hanya memilih, selesai. Sekarang, brand membuat poll yang mengajak opini, memicu debat, atau terhubung dengan topik industri yang sedang tren.

  • Postingan teks naik 18% dalam penggunaan. Jika digunakan dengan bijak, misalnya untuk membagikan opini kuat, momen emosional, atau insight yang mengejutkan, hasilnya bisa sangat efektif.
linkedin posting volume 2023 benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan performa di LinkedIn

  • Ubah satu ide menjadi berbagai format.Instead of creating 15 separate ideas, start with 4–5 strong insights and repurpose each one. Turn a blog post into a carousel, a short video, a poll, and a mini image quote. This way, you scale output without burning out on ideation.

  • Seimbangkan quick wins dengan format berperforma tinggi. Postingan gambar dan link memang cepat dibuat, tapi sebaiknya jadi konten pendukung, bukan utama. Jadikan konten yang mendorong engagement tinggi sebagai fondasi kalender kamu, lalu gunakan format ringan untuk mengisi celah atau memperkuat pesan utama.
Remember that employees with strong personal brands are an asset and not a liability. Allow them to be advocates for your brand in a way that is honest, human, and authentic. Don't simply give them canned corporate language to cut and paste on LinkedIn, but allow them to share their honest thoughts and insights into your industry. Jon-Stephen Stansel, Social Media Consultant

Distribusi postingan

Now that we’ve seen how brands are segmenting their LinkedIn content strategy, let’s take a peek at how this translates into the actual number of posts published on LinkedIn. 

  • Multi-image: 1 postingan per bulan
  • Native document: 1 post per month
  • Video: 2 posts per month
  • Gambar: 5 postingan per bulan
  • Polling: 1 postingan per bulan
  • Teks: 2 postingan per bulan
  • Link: 4 postingan per bulan
linkedin posting frequency benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan performa di LinkedIn

  • Gunakananalyticsuntuk membentuk ritmemu.Look at your performance per format, not just per post. For example,  if video consistently outperforms but you only post it once a month—scale it up.

  • Ubah satu postingan gambar per minggu ke format yang lebih efektif. Ganti postingan gambar atau tautan standar dengan multi-gambar atau dokumen native. Perubahan kecil dalam kombinasi format bisa meningkatkan impressions dan engagement secara signifikan.
For successful LinkedIn marketing I recommend Influencer partnership sponsored posts boosted by company thought leadership ads - this is a very effective way to leverage the organic reach and clout of a popular thought leader in your niche to forward your brand image, at the same time. - Emilia Korczynska, VP of Marketing at Userpilot, co-founder at ZenABM

Tolok ukur pertumbuhan pengikut

Now, we’ve arrived at the last chapter of our LinkedIn benchmarks analysis. Let’s see the insights data unpacked when it comes to growing a presence on LinkedIn. 

Follower halaman

Rata-rata Pertumbuhan

1–5K

40,75%

5-10K

35,20%

10–50K

22,80%

50-100K

27,60%

100K-1M

21.60%

Halaman dengan 1K–5K pengikut berhasil menambah audiens lebih dari 40% dibanding tahun lalu, membangun basis pengikut jauh lebih cepat dibanding yang lebih besar.

Saat brand melewati angka 10K, laju pertumbuhan mulai melambat.

Halaman dengan 10K hingga 50K pengikut mengalami pertumbuhan yang lebih kecil namun stabil, sedangkan halaman dengan lebih dari 100K pengikut justru mengalami pertumbuhan pengikut paling lambat.

Brand kecil punya peluang terbaik untuk tumbuh cepat. Tapi setiap level punya tantangan tersendiri. Pertumbuhan awal butuh visibilitas. Pertumbuhan menengah fokus pada konsistensi. Dan saat brand sudah besar, kuncinya ada di relevansi dan retensi brand.

linkedin follower growth rate benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan jumlah pengikut kamu di LinkedIn

  • Gunakan format dengan impressions tinggi untuk memperluas penemuan. Ingat seberapa efektif polling dalam menghasilkan impressions, dan bagaimana video membuat konten lebih mudah dibagikan? Itu adalah titik awal yang bagus untuk kamu. Semakin banyak orang melihat konten kamu, semakin besar kemungkinan mereka mengikuti halaman kamu. Gunakan format yang paling efektif, dan pastikan cerita brand kamu jelas di setiap postingan.

  • Buat suara brand yang mudah dibagikan. Halaman yang tumbuh paling cepat tidak hanya informatif—mereka juga unik. Dengan nada yang jelas, kontenmu jadi lebih mudah diingat dan diikuti.

  • Tonjolkan karyawan sebagai kreator konten. Dorong timmu—terutama para pemimpin dan ahli—untuk membuat konten orisinal dan menandai halaman perusahaan. Jaringan mereka bisa menjadi tambang emas untuk visibilitas brand. Semakin banyak suara internal yang kamu aktifkan, semakin besar potensi penemuan organik.
In 2025, more so than at any other time, the value of human connection is high. By empowering their teams to use LinkedIn effectively, brands will see a huge uplift in their brand presence on LinkedIn. If brands want to really take their marketing seriously – and maximise their marketing budgets, they need to be supporting and training their employees to go out on LinkedIn as their ambassadors from their personal profiles. - Sarah Clay, Corporate LinkedIn Trainer

Metodologi

Temuan studi ini berdasarkan analisis 1 juta postingan LinkedIn yang dikumpulkan dari 9 ribu halaman bisnis LinkedIn yang aktif antara Januari 2024 - Desember 2024.

Format konten yang dibahas dalam analisis ini meliputi:

  • Native documents: the type of post consisting of a PDF uploaded directly on LinkedIn that is similar to a carousel.
  • Multi images: the upload of multiple photos at once, displayed similarly to an album.
  • Text posts: LinkedIn posts consisting of a block of text.
  • Polls: open for voting questions.
  • Gambar: postingan yang menyertakan unggahan gambar.
  • Bagikan postingan: membagikan postingan orang lain atau perusahaan yang diunggah di platform.
  • Video: postingan yang menyertakan unggahan video.

Kami mendefinisikan metrik LinkedIn sebagai berikut:

  • Tingkat engagement berdasarkan impressions: berapa banyak orang yang berinteraksi dengan postingan LinkedIn kamu dari mereka yang menonton berulang kali. Hitung dengan membagi engagement kamu dengan impressions, lalu dikalikan 100. LinkedIn juga memakai rumus ini.
  • Rata-rata impressions per postingan menunjukkan jumlah impressions yang didapat tiap postingan, rata-rata.
  • Rata-rata tampilan per video berarti jumlah tampilan rata-rata yang didapat tiap video.
  • Rata-rata jumlah postingan per bulan: berapa banyak postingan yang diunggah halaman, rata-rata, di LinkedIn

Analisis pesaing kamu dalam hitungan detik

Lacak dan analisis pesaing kamu lalu dapatkan metrik social media terbaik dan lebih banyak lagi!

Siap tingkatkan strategi social media kamu dengan insights real-time?

Dapatkan wawasan strategis. Analisis performa sosial di semua channel. Bandingkan metrik dari periode berbeda dan unduh laporan hanya dalam hitungan detik.