Tolok Ukur LinkedIn 2025

Temukan LinkedIn benchmarking terbaru dan dapatkan insights tentang cara mengoptimalkan strategi kamu untuk meningkatkan kehadiran LinkedIn kamu.

linkedin benchmarks report

Pada 2025, LinkedIn bukan hanya jaringan profesional—ini adalah mesin konten yang lengkap. Reach organik masih sangat berperan, dan engagement pengguna terus meningkat. Brand semakin fokus di platform ini. Tapi pertanyaannya bukan apakah kamu harus hadir di LinkedIn—melainkan bagaimana kamu hadir untuk menghasilkan hasil nyata.

From engagement rates to video view rates, content performance to follower growth, this LinkedIn benchmarks study —based on the analysis of 1M posts published over 2024  —  breaks down what’s working right now—and where there’s still untapped potential.

Ringkasan eksekutif

  • Engagement LinkedIn turun sebesar 8,3% di paruh pertama 2025.
  • Pada pertengahan 2025, tingkat engagement LinkedIn berdasarkan impressions mencapai 5,20%.
  • Postingan multi-gambar adalah tipe yang paling tinggi engagement di LinkedIn, dengan rata-rata tingkat engagement 6,60%. Dokumen native menyusul dengan tingkat engagement 5,85% per postingan, dan video memiliki tingkat engagement 5,60% per postingan.
  • Postingan multi-gambar adalah format yang menghasilkan jumlah suka terbanyak.
  • Polls menghasilkan jumlah impressions terbanyak, jadi pilihan postingan yang bagus untuk tujuan ini.
  • 32% postingan brand berupa gambar dan 30% berupa tautan.
  • Brand meningkatkan penggunaan video (sebesar 8%), polling (sebesar 55%), dan postingan teks (sebesar 18%).
  • Halaman brand dengan lebih dari 100K pengikut di LinkedIn bisa mendapatkan hingga 2K tampilan per video.

Garis tren engagement LinkedIn 2025

Jika melihat tingkat engagement berdasarkan impressions di LinkedIn, datanya menunjukkan tren kenaikan yang konsisten dari Januari 2024 (4,48%) hingga Desember 2024 (5,42%). Ini menandakan pertumbuhan stabil sepanjang tahun lalu.

Pada paruh pertama 2025, engagement mencapai puncaknya di bulan Maret (5,76%). Ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding periode yang sama di 2024, saat rata-rata engagement sekitar 4,56%. Namun, mulai April 2025, engagement mulai sedikit menurun dan mencapai 5,19% pada Juni 2025.

Secara keseluruhan, engagement LinkedIn pada paruh pertama 2025 tetap lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, meskipun ada sedikit penurunan setelah Maret. Ini menunjukkan bahwa brand masih meraih visibilitas dan interaksi audiens yang lebih kuat dibandingkan 2024. Namun, untuk mempertahankan performa puncak, kamu perlu memberi perhatian baru pada format konten dan strategi posting.

h1 2025 linkedin engagement evolution

Benchmark engagement LinkedIn berdasarkan impressions

Let’s get straight to the point and talk about what matters the most for every data-driven social media marketer — meaning numbers. 

Format Konten

Rata-rata Tingkat Engagement 2025

Multi-gambar

6,60%

Dokumen asli

6,10%

Video

5,60%

Gambar

4,85%

Jajak Pendapat

4,40%

Teks

4,00%

Pada tahun 2025, postingan multi-gambar memimpin dengan rata-rata tingkat engagement 6,60%. Ini membuktikan bahwa visual storytelling tetap menjadi kekuatan utama engagement di LinkedIn. Gunakan format ini untuk menampilkan budaya perusahaan dan acara secara cepat. Cara ini semakin menjadi salah satu praktik terbaik LinkedIn yang wajib digunakan oleh marketer di sektor B2B.

Native documents come second, with a LinkedIn average engagement by impressions of 6,10% tingkat engagement. Their greatest asset —being great for breaking down complex insights, step-by-step content, and frameworks that invite users to pause and engage.

Postingan video kini memiliki rata-rata tingkat engagement LinkedIn sebesar 5,60%, naik signifikan dari 4,00%. Peningkatan ini menunjukkan seberapa besar kualitas dan relevansi video native telah membaik. Sekarang bukan soal produksi yang rapi lagi. Yang penting adalah pembicaraan nyata, nilai yang diberikan dengan cepat, dan konten yang dirancang agar tampil di dalam feed.

Image posts have seen modest growth, landing at 4,85%, average engagement rate. Still reliable, still versatile—but they don’t grab attention like multi-images or video

Polls naik ke 4,40%, dua kali lipat engagement yang dihasilkan tahun 2023. Cukup besar, kan? Kalau kamu melakukannya dengan benar—menggunakan pertanyaan nyata yang memicu opini—polls bukan sekadar permainan reach. Polls sekarang meraih engagement yang berarti dan mendorong visibilitas secara signifikan.

Postingan teks saja berada di sekitar 4%, sedikit naik dari nilai engagement 3% di 2023. Jenis postingan ini tetap bisa berhasil, tapi hanya jika tulisannya tajam, berani, atau sangat personal.

Secara keseluruhan, format postingan yang mengalami peningkatan engagement paling signifikan dibandingkan tahun sebelumnya adalah:

  • Native documents
  • Video
  • Polls
  • Postingan teks

What this LinkedIn data tells us is simple: Format makin penting dari sebelumnya. The type of content you post directly impacts how much traction you get.

linkedin engagement benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan tingkat engagement LinkedIn kamu.

  • Prioritaskan postingan multi-gambar dan carousel native. These formats give you real estate to tell a story, break down concepts, or showcase step-by-step value. They naturally encourage swipes, which signals engagement to the algorithm.

  • Mulai gunakan video native secara strategis. Jangan asal unggah video hanya karena terlihat menarik. Beri hook di 3 detik pertama. Tambahkan subtitle. Pastikan durasinya di bawah 90 detik. Video memiliki rata-rata tingkat engagement tertinggi ketiga di LinkedIn tahun 2025 dan jadi format paling sering dibagikan. Jadi kalau kamu belum memakai video, kamu mengabaikan potensi reach.

  • Jangan abaikan polling—tapi gunakan dengan tujuan jelas. Generic questions won’t cut it anymore. Frame polls around hot takes, trends, or internal industry debates. They’re not just for impressions anymore—they’re earning real engagement and a great instrument for research.

  • Jangan terlalu bergantung padaposting tautan. They’re still common, but their average LinkedIn engagement rate is dragging behind. Instead, repurpose blog content into carousel posts or short-form videos that lead users to the link in the comments.

  • Campurkan tipe postingan secara strategis. Brand paling sukses tidak terpaku pada satu format saja. Mereka menggunakan multi-gambar dan video sebagai andalan, lalu menambahkan polling dan carousel untuk variasi gaya engagement sepanjang bulan.
Increasing your brand presence in 2025 on Linkedin will come down to having a more authentic, human approach to using the platform. Sharing stories and experiences rather than faceless graphics, stats and conference updates and creating deeper and more genuine connections with your audience. - Katie Brown, Founder at Five Social UK

Rata-rata likes per postingan LinkedIn

Soal likes, jumlah pengikut bukan cuma metrik pamer—itu pengali kekuatan. Makin banyak pengikut, konten kamu makin berdampak. Tapi ada satu hal penting: tidak semua format sama dalam mendapatkan likes.

Pengikut halaman

Rata-rata suka

Multi gambar

Rata-rata suka

Dokumen asli

Rata-rata suka

Video

Rata-rata suka

Gambar

Rata-rata suka

Jajak Pendapat

Rata-rata suka

Teks

1-5K

27

22

20

20

2

10

5-10K

51

28

33

33

4

8

10-50K

105

35

60

60

6

17

50-100K

155

60

85

100

10

33

100K-1M

285

80

125

200

27

50

Postingan multi-gambar jadi juara soal menarik perhatian instan. Itu sebabnya format ini jadi yang paling “disukai” di LinkedIn saat ini. Kamu akan unggul karena postingan ini mendorong orang untuk scroll, bercerita lewat visual, dan sering memberi nilai singkat di setiap frame. Sangat cocok untuk tingkatkan engagement audiens B2B yang mau belajar tanpa harus membaca dinding teks.

Postingan gambar tunggal menempati urutan kedua dalam jumlah likes yang dihasilkan. Jenis konten ini sangat efektif menarik perhatian penonton, terutama jika dipadukan dengan visual yang berani, desain bermerk, atau statistik menarik. Konten ini mudah dikonsumsi dan cepat mendapat likes, sehingga tetap tinggi di funnel engagement.

Video tidak kalah populer, jelas menarik audiens LinkedIn—terutama saat video terasa personal, langsung, dan bernilai tinggi.

Native document carousels (postingan gaya PDF) juga masih menunjukkan performa bagus, terutama jika kontennya praktis dan langsung berguna. Contohnya seperti checklist, template, atau framework singkat.

Thoughtful comments from the brand build credibility, while ambassadors (including leaders!) expand its reach, boost trust, and draw visitors to the company’s profile. That strong foundation then helps turn visitors into community members. - Mihaela Radu, LinkedIn Strategist

Meskipun angkanya bervariasi di semua lini, tren ini tidak hanya terjadi di tingkat teratas. Polanya terus berulang di semua ukuran halaman.

linkedin likes benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan likes kamu di LinkedIn

  • Kembangkan storytelling dengan beberapa gambar. Mulai dengan masalah. Berikan sedikit bocoran insight. Akhiri dengan solusi yang kuat.

  • Padukan caption kuat dengan konten yang bisa digulir. Jangan hanya unggah gambar—beri konteks pada setiap gambar. Kait menarik di caption akan mendorong klik ke galeri gambar. Ini meningkatkan peluang mendapat like.

  • Buat video native, singkat, dan terasa manusiawi. Video mungkin mendapat likes lebih sedikit dibanding multi-gambar, tapi tetap memberikan hasil besar. Pastikan kamu menarik perhatian dengan cepat dan durasinya di bawah 90 detik. Coba format behind-the-scenes, klip founder, atau tips singkat—semua efektif meningkatkan performa.

  • Pacukan engagement di jam pertama. Algoritma LinkedIn menyukai traction awal. Ajak tim internal kamu untuk memberikan like dan berinteraksi dengan postingan saat tayang. Momentum cepat ini bisa melonjakkan reach kamu.
Stop feeling above crafting a well-rounded social strategy. B2C brands often get the reputation of being able to have the most fun, but B2B brands can also partake. It takes figuring out your community and how you can best engage them. If there is a trend happening that makes sense for your brand, create content around that. If there is a meme that is relatable to your brand and community, post that! Jada S, Senior Social Media Manager

Rata-rata impressions per postingan LinkedIn

Di tahun 2025, polling mendominasi soal impressions di LinkedIn. Tidak ada format lain yang mendekati.

Polling secara konsisten menghasilkan lebih banyak impressions dibanding jenis postingan lain. Mudah untuk engagement. Setiap suara akan mengirim postingan itu kembali ke jaringan pemilih, menciptakan efek viral yang meningkatkan visibilitas.

Pengikut halaman

Rata-rata impressions

Multi foto

Rata-rata impressions

Dokumen asli

Rata-rata Impressions Video

Rata-rata impressions

Gambar

Rata-rata impressions

Jajak Pendapat

Rata-rata impressions

Teks

1-5K

650

820

450

350

508

300

5-10K

1500

1000

890

635

1700

200

10-50K

3600

2000

1850

1750

2645

1400

50-100K

7000

4200

3400

2875

8630

2670

100K-1M

10000

3800

4550

2260

28700

4460

Ketika dikemas seputar pendapat panas, topik yang sedang tren, atau kontroversi ringan, mereka jadi magnet algoritma. Polling mudah untuk diikuti, tapi punya kekuatan besar untuk reach.

Di sisi lain, postingan teks adalah titik terlemah soal impressions.

linkedin impressions benchmarks

Gunakan taktik strategis untuk meningkatkan impressions di LinkedIn.

  • Gunakan polling secara strategis (tapi jangan berlebihan). Ya, polling memang menarik impressions. Tapi itu hanya efektif jika pertanyaannya nyata. Tanyakan tren industri, opini kontroversial, riset social media, atau perspektif ringan yang tetap relevan.

  • Gunakan caption untuk membuka panggung. Polling yang bagus bukan hanya soal pertanyaan—semuanya tentang konteks. Manfaatkan caption untuk membagikan insight singkat, tampilkan data, atau tantang kebiasaan. Setelah itu, ajak audiens memilih. Anggap saja seperti mini thought leadership post yang sudah ada CTA di dalamnya.

  • Tinggalkan postingan teks polos kecuali kamu benar-benar ingin menyampaikan sesuatu yang bernilai. Jika kamu ingin posting hanya teks, buatlah berani. Bagikan opini yang kuat, momen emosional, atau insight yang mengejutkan. Kalau tidak, itu hanya jadi kebisingan—dan algoritma mengetahuinya.
Brands can't afford to 'wing' socials anymore. They need to examine their holistic strategy, values, and how consumers interact with them to make sure they aren't drowning in a sea of noise. Chasing virality isn't a goal anymore; consumers expect to be prioritised and brands need to focus on connecting with them at a deeper level. - Magali Mas D’Amato, Social Media Consultant

Rata-rata tampilan per video di LinkedIn

Saat kamu melihat tampilan video di LinkedIn, jarak antara halaman perusahaan kecil dan besar tidak hanya terlihat jelas—tapi benar-benar sangat besar.

Pengikut halaman

Rata-rata Tampilan Video

1-5K

190

5-10K

400

10-50K

1000

50-100K

765

100K-1M

2430

Halaman dengan kurang dari 5K pengikut rata-rata mendapatkan 190 tampilan per video.. While that may not be an incredible,huge number, that's expected. These pages are still building brand awareness, have limited reach, and are often just beginning to experiment with video content.

Halaman dengan lebih dari 100K pengikut rata-rata mendapatkan 2,4K tampilan per video. Halaman-halaman ini memanfaatkan pengalaman, strategi yang matang, dan momentum algoritma untuk meningkatkan visibilitas video secara signifikan.

Namun, ingat bahwa ukuran halaman saja tidak menjamin jumlah penonton. Format, gaya, dan kualitas konten juga sangat berperan.

linkedin video views benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan tampilan video kamu di LinkedIn

  • Selalu mulai dengan hook. Kalau tiga detik pertama nggak bikin orang berhenti scroll, kamu sudah kalah. Mulai dengan pertanyaan berani, statistik mengejutkan, atau pernyataan langsung. Begitu caranya menarik perhatian.

  • Buat personal, bukan promosi. Orang tidak membagikan atau menonton iklan—mereka engage dengan cerita, pelajaran, dan insights. Ubah dari “Ini produk kami” ke “Ini yang kami pelajari saat meluncurkan produk kami.” Ubah dari penawaran ke sudut pandang.

  • Buat singkat, tajam, dan nyata. Lupakan intro panjang atau transisi mewah. Batas 60 detik saja. Pakai caption. Bicara langsung ke kamera.

  • Bawa C-level kamu ke LinkedIn. Baik itu founder, head of content, atau brand advocate—wajah manusia mendorong engagement dan waktu tonton lebih tinggi daripada logo, motion graphics, atau stok video. Orang terhubung dengan orang.
In 2025, B2B brands can increase their brand presence by focusing more on thought leadership content. This can be through video content whether short vertical video content or long video content. While at it brands need to be consistent, be authentic and focus on content that is engaging and adds value. Egline Samoei, Digital Marketing Strategist

Pola postingan

Pada tahun 2025, halaman perusahaan di LinkedIn mempublikasikan lebih banyak postingan dari sebelumnya. Ini menunjukkan mereka tidak lagi menganggap LinkedIn sebagai sesuatu yang kurang penting.

Tapi di sinilah mulai menarik: meski brand semakin sering tampil, sebagian besar konten masih terpusat pada dua format saja.

Format konten

Volume Postingan 2024

Multi gambar

4,40%

Dokumen asli

4.30%

Video

13,90%

Gambar

31,30%

Jajak Pendapat

5,30%

Teks

12,40%

Tautan

28,50%

Saat membahas pembagian konten, begini cara brand mengarahkan upayanya: 30% konten yang dipublikasikan berupa gambar, sementara 28% berupa postingan tautan.

Banyaknya gambar dan postingan tautan menunjukkan banyak brand memilih format yang cepat dibuat dan mudah dijadwalkan. Ini cara efisien untuk menjaga ritme postingan yang rutin. Tapi, hal ini juga menyoroti peluang baru.

Menggabungkan konsistensi dengan variasi konten yang lebih beragam bisa membantu memastikan peningkatan jumlah postingan benar-benar menghasilkan engagement yang lebih tinggi dan visibilitas yang lebih baik.

linkedin posting volume 2024

Namun, saat menganalisis pola posting brand dari tahun ke tahun, kami melihat beberapa perubahan—dan arahnya positif.

Dibandingkan tahun 2023, brand meningkatkan penggunaan format berikut. Ini langkah awal menuju kalender konten yang lebih beragam:

  • Video mengalami peningkatan penggunaan sebesar 8%. Mungkin tidak banyak, tapi ini awal yang bagus. Membuat video memang membutuhkan usaha lebih dibanding format postingan lain.

  • Polls mengalami kenaikan penggunaan sebesar 55%. Itu benar-benar luar biasa. Setahun lalu, polls masih pasif: pengguna hanya memilih, lalu selesai. Tapi sekarang, brand membuat polls yang memancing opini, memicu perdebatan, atau terhubung dengan topik industri yang sedang tren.

  • Postingan teks meningkat 18% dalam penggunaan. Jika digunakan dengan tepat—misalnya untuk membagikan opini kuat, momen emosional, atau insights mengejutkan—hasilnya bisa sangat efektif.
linkedin posting volume 2023 benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan performa di LinkedIn

  • Ubah satu ide jadi banyak format.Instead of creating 15 separate ideas, start with 4–5 strong insights and repurpose each one. Turn a blog post into a carousel, a short video, a poll, and a mini image quote. This way, you scale output without burning out on ideation.

  • Seimbangkan kemenangan cepat dengan yang berperforma tinggi. Postingan gambar dan tautan itu cepat, tapi sebaiknya hanya sebagai konten pendukung—bukan dasar dari strategi. Susun kalendermu dengan format yang bisa menghasilkan engagement tinggi. Lalu, gunakan format yang lebih ringan untuk mengisi kekosongan atau memperkuat pesan utama.
Remember that employees with strong personal brands are an asset and not a liability. Allow them to be advocates for your brand in a way that is honest, human, and authentic. Don't simply give them canned corporate language to cut and paste on LinkedIn, but allow them to share their honest thoughts and insights into your industry. Jon-Stephen Stansel, Social Media Consultant

Distribusi postingan

Now that we’ve seen how brands are segmenting their LinkedIn content strategy, let’s take a peek at how this translates into the actual number of posts published on LinkedIn. 

  • Multi-image: 1 postingan per bulan
  • Dokumen native: 1 postingan per bulan
  • Video: 2 postingan per bulan
  • Gambar: 5 postingan per bulan
  • Poll: 1 postingan per bulan
  • Text: 2 postingan per bulan
  • Link: 4 postingan per bulan
linkedin posting frequency benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan performa di LinkedIn

  • Gunakananalitikuntuk mengatur ritme kamu.Look at your performance per format, not just per post. For example,  if video consistently outperforms but you only post it once a month—scale it up.

  • Ubah satu postingan gambar setiap minggu ke format yang lebih efektif. Ganti postingan gambar atau link biasa dengan multi-gambar atau dokumen asli. Perubahan kecil pada kombinasi format bisa memberikan peningkatan besar pada impressions dan engagement.
For successful LinkedIn marketing I recommend Influencer partnership sponsored posts boosted by company thought leadership ads - this is a very effective way to leverage the organic reach and clout of a popular thought leader in your niche to forward your brand image, at the same time. - Emilia Korczynska, VP of Marketing at Userpilot, co-founder at ZenABM

Benchmarking laju pertumbuhan pengikut

Sekarang, kita sampai di bab terakhir analisis benchmarking LinkedIn. Lihat data insights untuk mengembangkan eksistensi kamu di LinkedIn.

Pengikut halaman

Rata-rata Tingkat Pertumbuhan

1-5K

40,75%

5-10K

35,20%

10-50K

22,80%

50-100K

27,60%

100K-1M

21,60%

Halaman dengan 1K–5K pengikut meningkatkan audiens mereka lebih dari 40% dari tahun ke tahun, menumbuhkan basis pengikut jauh lebih cepat daripada halaman yang lebih besar.

Saat brand berkembang melewati angka 10K, laju pertumbuhan mulai melambat.

Halaman dengan 10K hingga 50K pengikut mengalami pertumbuhan yang lebih perlahan tapi stabil. Sementara itu, halaman dengan lebih dari 100K pengikut justru mendapatkan pertumbuhan pengikut paling lambat.

Brand kecil punya peluang terbaik untuk tumbuh cepat, tapi setiap level punya tantangan sendiri. Pertumbuhan awal fokus pada visibilitas. Pertumbuhan di level menengah soal konsistensi. Saat brand makin besar? Kunci utamanya adalah relevansi brand dan retensi.

linkedin follower growth rate benchmarks

Taktik strategis untuk menambah pengikut di LinkedIn

  • Gunakan format dengan impressions tinggi untuk memperluas penemuan. Ingat seberapa efektif polling dalam menghasilkan impressions dan bagaimana video meningkatkan kemungkinan dibagikan? Itu titik awal yang bagus buat kamu. Semakin banyak orang melihat kontenmu, semakin besar peluang mereka mengikuti halamanmu. Mulai dengan format yang banyak menarik perhatian, dan pastikan cerita brand-mu selalu jelas di setiap postingan.

  • Ciptakan suara brand yang mudah dibagikan. Halaman yang tumbuh paling cepat bukan hanya informatif—mereka juga unik. Dengan nada suara yang jelas, konten kamu jadi lebih mudah diingat dan lebih banyak diikuti.

  • Sorot karyawan sebagai content creator. Dorong tim kamu—khususnya pemimpin dan ahli—untuk membuat konten orisinal dan menandai halaman perusahaan. Jaringan mereka sering kali jadi tambang emas tersembunyi untuk visibilitas brand. Semakin banyak suara internal yang kamu aktifkan, makin besar potensi ditemukan secara organik.
In 2025, more so than at any other time, the value of human connection is high. By empowering their teams to use LinkedIn effectively, brands will see a huge uplift in their brand presence on LinkedIn. If brands want to really take their marketing seriously – and maximise their marketing budgets, they need to be supporting and training their employees to go out on LinkedIn as their ambassadors from their personal profiles. - Sarah Clay, Corporate LinkedIn Trainer

Metodologi

Temuan studi ini berdasarkan analisis 1 juta postingan LinkedIn yang dikumpulkan dari 9 ribu halaman bisnis LinkedIn yang aktif antara Januari 2024 hingga Desember 2024.

Referensi format konten dalam analisis ini terdiri dari berikut ini:

  • Dokumen native: jenis postingan berupa PDF yang diunggah langsung ke LinkedIn, mirip dengan carousel.
  • Multi images: unggah beberapa foto sekaligus, tampil seperti album.
  • Text posts: postingan LinkedIn yang berisi blok teks.
  • Polls: buka untuk pertanyaan voting.
  • Gambar: postingan yang menyertakan unggahan gambar.
  • Post shares: berbagi postingan orang lain atau perusahaan yang diposting di dalam platform.
  • Video: postingan yang menyertakan unggahan video.

Kami mendefinisikan metrik LinkedIn sebagai berikut:

  • Engagement rate berdasarkan impressions: berapa banyak orang yang berinteraksi dengan postingan LinkedIn kamu dari mereka yang menonton berulang kali. Engagement dibagi impressions, lalu dikalikan 100. LinkedIn juga menggunakan rumus yang sama.
  • Rata-rata impressions per postingan menunjukkan jumlah impressions yang diterima postingan secara rata-rata.
  • Rata-rata tampilan per video berarti jumlah rata-rata tampilan yang didapatkan video.
  • Rata-rata jumlah postingan per bulan: berapa banyak postingan yang biasanya diposting halaman di LinkedIn

Analisis pesaing kamu dalam hitungan detik

Lacak dan analisis pesaing kamu, lalu dapatkan metrik social media terbaik dan lainnya!

Siap meningkatkan strategi social media kamu dengan insights real-time?

Dapatkan insights strategis. Analisis performa social media di semua channel. Bandingkan metrik dari periode berbeda dan unduh laporan dalam hitungan detik.