2026 TikTok Benchmarks

Mulai dari data engagement, frekuensi posting hingga analisis pertumbuhan follower, benchmark TikTok ini membantu kamu memahami potensi TikTok untuk brand kamu.

Elena Cucu
Elena Cucu
Apr 22, 2026
tiktok benchmarks 2026

TikTok memang selalu sulit untuk dipahami—dan belakangan ini makin sulit untuk diprediksi.

Hal yang dulu selalu berhasil sekarang hasilnya tidak menentu. Kalau kamu sudah lama mengelola akun brand, pasti kamu juga merasakannya—pergeseran di mana performa bukan soal melakukan lebih banyak, tapi lebih soal melakukan dengan benar.

Aku melihat ini terjadi di banyak akun dan industri. Konten sekarang semakin bagus. Lebih cepat. Lebih sesuai tren. Tapi di saat yang sama, visibilitas terasa makin tidak merata, pertumbuhan makin tak terduga, dan hasil makin sulit direplikasi tanpa sistem yang jelas di belakangnya.

Di sinilah laporan benchmark TikTok dari Socialinsider, yang menganalisis lebih dari 2 juta postingan TikTok, hadir untuk memberikan panduan.

Dengan menganalisis tren terbaru dalam engagement, tampilan, frekuensi posting, pertumbuhan follower dan lainnya, aku ingin memahami apa yang benar-benar berubah di balik layar. Begini faktanya. TikTok bukan jadi kurang efektif—platform ini sekarang menuntut lebih. Kalau kamu tidak menyesuaikan strategi sesuai perubahan ini, mudah sekali tertinggal tanpa sadar.

Ringkasan eksekutif

  • Tingkat engagement TikTok berdasarkan tampilan pada 2026 sebesar 4,20%, naik 9% dibanding tahun sebelumnya
  • Likes di TikTok naik 9%, didorong oleh akun-akun besar
  • Komentar di TikTok sedang naik—naik 3% secara keseluruhan, dengan akun teratas melihat kenaikan impresif sebesar 11%.
  • Shares mendapatkan perhatian besar di TikTok, naik hingga 13% YoY, dan pertumbuhan mencolok sebesar 44% untuk akun terbesar.
  • Tampilan TikTok secara keseluruhan menurun (−23% YoY), tapi pemain besar tetap mendapatkan visibilitas lebih banyak.
  • Di 2025, brand meningkatkan frekuensi posting mereka sebesar 40%.
  • Ada penurunan pertumbuhan audiens sebesar 33% di TikTok, akun paling kecil yang paling terdampak.

TikTok quarterly benchmarks

Over the first quarter of 2026, TikTok's average engagement rate by views stands at an average of  4.20%

If there’s one thing the Q1 2026 TikTok data shows, it’s that the platform still knows how to keep people engaged. While most social media networks continue to struggle with declining interactions, TikTok’s engagement rates barely moved compared to last year — which, I must confess, is pretty impressive,  considering how competitive and saturated the platform has become.

In a nutshell, in terms of performance, TikTok’s quarterly engagement rate by views stands at 4.20%, remaining relatively stable compared to the platform’s 2025 performance overall, continuing to generate some of the highest engagement rates across social media, reinforcing the platform’s ability to keep users consistently interacting with content.

tiktok quarterly engagement trendline

Tolok ukur engagement TikTok berdasarkan tampilan

Ukuran halaman

Engagement 2024

Engagement 2025

1-5K

4.20%

4.40%

5-10K

3.85%

4.00%

10-50K

3.80%

3.90%

50-100K

3.75%

3.75%

100K-1M

3.95%

3.95%

Kalau ada satu hal yang aku pelajari setelah menganalisis benchmark engagement TikTok setiap tahun, ini dia: engagement di TikTok itu selalu berubah. Perubahannya halus—dan kalau kamu tidak memperhatikan, kamu bisa melewatkan momen saat 'bagus' berubah jadi 'rata-rata'.

Itulah yang sedang terjadi di sini.

Di level platform, tingkat engagement TikTok berdasarkan tampilan naik dari 3,85% di 2024 menjadi 4,20% di 2025, mencatat kenaikan YoY sebesar 9%. Mungkin terlihat seperti lonjakan kecil, tapi sebenarnya ini menandakan perubahan perilaku yang lebih besar. Audiences semakin aktif berinteraksi—tapi juga menuntut lebih banyak hal. Konten yang menang hari ini lebih tajam, lebih cepat, dan jauh lebih terarah.

Algoritma TikTok memang jauh lebih baik dalam mempertemukan orang dengan konten yang benar-benar mereka pedulikan.

Jadi meskipun konten makin banyak bersaing untuk perhatian, konten yang tepat tetap ketemu dengan orang yang tepat. Rasanya bukan sekadar penemuan, tapi seolah platform ini sudah mengenal kamu.

Ada juga perbedaan cara orang menggunakan TikTok dibanding platform lain. Sekarang mereka bukan hanya sekadar scroll buat hiburan — mereka mencari jawaban, komunitas, dan opini. -
Chris Sheen, Director of Social, Celonis
tiktok engagement trendline

Saat saya melihat lebih dalam berdasarkan ukuran halaman, pola yang sama muncul—akun kecil (1K–5K follower) justru unggul, naik dari 4,20% ke 4,40%. Saya sering melihat ini terjadi—karena akun kecil lebih dekat dengan audiens, lebih cepat mengikuti trends, dan tidak banyak hambatan persetujuan internal. Tapi begitu melewati level ini, engagement mulai stagnan.

And here’s a valuable lesson for brands: engagement isn’t something you “carry” with you as your follower count grows—it’s something you have to constantly re-earn. As you scale, content has to work harder to feel just as relevant, just as native, just as worth interacting with. That’s why bigger audiences don’t automatically translate into higher engagement—relevance does. 

2026 tiktok benchmarks

Gunakan taktik strategis untuk meningkatkan tingkat engagement TikTok

  • Desain konten untuk interaksi, bukan hanya konsumsi: Sebelum posting, tanyakan: “Apa yang akan membuat seseorang bereaksi terhadap ini?” Tambahkan hook yang mengundang opini, biarkan ada pertanyaan yang belum terjawab, atau ciptakan momen-momen kecil ketegangan. Inilah cara kamu meningkatkan performa dalam benchmark tingkat engagement TikTok tanpa perlu reach lebih besar.
  • Libatkan kreator atau wajah internal dalam konten: Seiring akun berkembang, konten sering terasa makin seperti brand dan kurang manusiawi. Tampilkan wajah—kreator, anggota tim, pendiri. Ini langsung meningkatkan relevansi dan membantu menjaga engagement saat kamu memperbesar skala.
  • Ubah postingan dengan performa terbaik menjadi serial yang bisa diulang: Jika sebuah video menghasilkan engagement tinggi, jangan lanjut ke konten lain—tingkatkan pemanfaatannya. Buat variasi, tindak lanjut, atau format yang berulang. Ini membantu kamu tetap konsisten dan mencegah penurunan.

Rata-rata likes per postingan di TikTok

Ukuran halaman

Suka 2024

Suka 2025

1-5K

320

330

5-10K

575

595

10-50K

1225

1325

50-100K

2177

2675

100K-1M

6402

7900

After seeing how TikTok’s engagement benchmarks evolved, one thing became clear: while engagement tends to plateau as accounts grow, raw interactions tell a slightly different story.

Likes, khususnya, menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan bisa diprediksi saat akun berkembang, dengan konsistensi tersebut terlihat jelas di data Socialinsider. 

Untuk insights yang menarik perhatian saya, setiap segmen audiens mengalami peningkatan likes dari 2024 ke 2025, dengan pertumbuhan YoY rata-rata di angka 9%. Dari akun kecil sampai brand besar, rata-rata likes per postingan terus naik. Hal ini menegaskan bahwa semakin luas visibility, semakin tinggi juga interaksi jenis ini.

Namun, ada nuansa penting di sini.

Likes adalah sinyal kuat untuk reach. Namun, likes tidak selalu menunjukkan seberapa dalam konten kamu beresonansi. Likes mudah, instan, dan hampir otomatis—jadi sangat berguna untuk mengukur exposure, namun kurang dapat diandalkan untuk memahami tingkat engagement sesungguhnya.

2026 tiktok likes benchmarks

Taktik strategis untuk mendapatkan lebih banyak likes di TikTok

  • Tampilkan nilai emosional atau visual di awal: Likes sering terjadi secara instan. Jika nilai atau pemicu emosi kamu muncul terlambat, interaksi itu hilang. Letakkan momen terkuat kamu di 2–3 detik pertama.
  • Gunakan konten dengan banyak likes sebagai tuas reach:  Konten yang menghasilkan banyak likes biasanya paling efektif untuk memperluas visibilitas. Manfaatkan secara strategis untuk menarik audiens baru. Setelah itu, lanjutkan dengan konten yang dirancang untuk mengubah perhatian menjadi engagement.
  • Gunakan kontras untuk memicu reaksi: Sebelum/sesudah, benar/salah, mitos/realita—konten berbasis kontras biasanya cepat mendapatkan engagement. Konten seperti ini memberi alasan jelas bagi penonton untuk merespons tanpa berpikir lama.

Rata-rata komentar per postingan TikTok

Ukuran halaman

Komentar 2024

Komentar 2025

1-5K

7

8

5-10K

10

15

10-50K

23

25

50-100K

37

40

100K-1M

90

100

Kalau likes mudah didapat, komentar adalah tempat segalanya jadi nyata. Ini metrik yang menunjukkan apakah kontenmu benar-benar memicu reaksi—bukan hanya tap cepat saja.

Berdasarkan data Socialinsider, rata-rata jumlah komentar pada video TikTok meningkat di semua ukuran halaman dari 2024 ke 2025. Tidak ada pengecualian. Menariknya, meskipun kenaikan rata-rata sekitar 3%, akun terbesar (dengan lebih dari 100K followers) bahkan mencapai 100 komentar, naik 11%.

Ini bukan sekadar peningkatan kecil—ini menunjukkan bahwa brand makin andal dalam membuat konten yang mengundang partisipasi, bukan hanya interaksi pasif.

Tapi berbeda dengan suka, komentar tidak mudah berkembang. Pertumbuhannya jauh lebih tidak merata dan sangat bergantung pada struktur konten. Komentar butuh niat. Perlu pemikiran. Ada investasi emosional di dalamnya.

Artinya, komentar mulai bertambah ketika konten terasa benar-benar relevan.

Peningkatan aktivitas komentar di TikTok didorong karena komentar sekarang tidak cuma di bawah konten, tapi jadi perpanjangan dari konten itu sendiri. Brand cerdas menganggap komentar sebagai konten, begitu juga pengguna: mereka menambahkan lelucon, konteks, opini, dan sinyal komunitas. Di era pasca-Twitter, di mana X terasa berisiko bagi brand dan Threads belum punya banyak tool yang disukai marketer, kolom komentar TikTok kini mengisi celah itu sebagai ruang utama untuk copy yang cepat, cerdas, dan reaktif. Komentar bukan lagi sekadar sinyal engagement pasif; sekarang jadi bagian aktif dari strategi konten. - Mark Sphungin, Social Media Strategist
2026 tiktok comments benchmarks
Jawaban jujur untuk memicu percakapan bermakna: berhenti mencoba memulai percakapan, mulailah ikut serta di dalamnya.

Brand yang sukses melakukan ini tidak sekadar menyiarkan. Mereka bereaksi, merespons, dan hadir di kolom komentar seperti manusia sungguhan.

Selain itu, open loop sangat efektif. Cerita yang belum selesai, pertanyaan seperti "apa yang akan kamu lakukan?", atau permintaan masukan yang tulus. Orang berkomentar bukan untuk menyelesaikan suatu pemikiran — mereka berkomentar karena merasa sesuatu atau tidak bisa menahan diri. - Chris Sheen, Director of Social, Celonis

Taktik strategis untuk mendapatkan lebih banyak komentar di TikTok

  • Gunakan masalah yang relevan untuk memicu respons: Orang akan berkomentar saat mereka merasa dipahami. Sebutkan tantangan spesifik, frustrasi, atau momen “ini banget aku”—cara ini sering memicu reaksi langsung.
  • Minta opini, bukan tindakan: “Tinggalkan komentar” kurang efektif. Tapi bertanya “Kamu setuju atau tidak?” atau “Pilih yang mana?” jauh lebih ampuh. Buat kontenmu berfokus pada keputusan, bukan instruksi, untuk mendorong lebih banyak komentar di TikTok.
  • Uji penempatan pertanyaan (awal vs. akhir): Hasilnya bisa sangat berbeda hanya dengan memindahkan pertanyaan. Kadang bertanya di 3 detik pertama bisa menghasilkan lebih banyak komentar, di lain waktu menempatkannya di akhir lebih efektif. Uji kedua cara secara sengaja.

Rata-rata shares per postingan di TikTok

Ukuran halaman

Berbagi 2024

Berbagi 2025

1-5K

35

40

5-10K

38

60

10-50K

95

120

50-100K

135

200

100K-1M

330

477

Shares kini jadi salah satu metrik terpenting di TikTok—bukan hanya untuk reach, tapi juga membangun kepercayaan.

Saat seseorang share kontenmu, mereka tidak hanya berinteraksi—mereka memberi dukungan. Mereka bilang, “konten ini layak untuk dilihat orang lain.” Perubahan ini penting. Dalam feed yang penuh, kepercayaanlah yang membuat kontenmu makin tersebar.

Melihat data Socialinsider, kamu langsung bisa lihat bahwa shares meningkat di semua lini dari 2024 ke 2025 (hingga 13%)—tapi dengan kecepatan berbeda. Pertumbuhan awalnya stabil, hampir tidak terlihat. Lalu tiba-tiba semakin cepat. Semakin besar akun, peningkatannya semakin tajam. Ini membuat tren berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih dinamis.

Hal ini semakin jelas di akun-akun teratas.

Akun dengan 50K–100K followers naik dari 135 ke 200 shares per postingan. Untuk brand dengan 100K–1M followers, lonjakannya lebih dramatis—dari 330 ke 477 rata-rata shares per video tiktok.

Sekarang, saat membahas shares, penting untuk tahu apa yang benar-benar mendorongnya. Orang hanya membagikan konten yang memberi nilai yang bisa ditransfer—sesuatu yang layak untuk diteruskan. Setelah nilai seperti ini ada, distribusi akan berkembang secara alami. Awalnya engagement, lalu berkembang jadi amplifikasi.

Jenis konten yang paling sering dibagikan di TikTok sekarang adalah konten berdurasi panjang sebagai bagian dari seri berkelanjutan. Sama seperti penonton menunggu episode terbaru dari acara TV favorit, pengguna TikTok kini kembali dengan cara yang sama, menantikan episode berikutnya dari brand yang mereka ikuti. - Melody Doffman, Social Media Manager, Nestlé
2026 tiktok shares benchmarks

Taktik strategis untuk mendapatkan lebih banyak shares di TikTok

  • Ubah wawasan niche jadi aset yang mudah dibagikan: Konten yang sangat spesifik biasanya lebih sering dibagikan daripada saran umum. Kenapa? Karena terasa personal. Semakin niche sudut pandangmu, makin besar kemungkinan seseorang langsung teringat satu orang yang ingin mereka kirimi.
  • Gunakan celah rasa penasaran untuk mendorong shares: Konten yang terasa belum lengkap atau bikin penasaran ("tunggu, kamu harus lihat ini") biasanya akan langsung dibagikan. Beri sedikit bocoran agar orang mau mencari pendapat kedua.
  • Padukan konten yang mudah dibagikan dengan tindak lanjut: Saat postingan ramai dibagikan, segera buat tindak lanjut (Bagian 2, respons, bahasan mendalam). Ini membantumu menangkap dan memperluas gelombang distribusi.

TikTok’s average views per post

Ukuran halaman

Tampilan 2024

Tampilan 2025

1-5K

860

350

5-10K

1575

945

10-50K

3655

3240

50-100K

8688

9900

100K-1M

25198

34900

Setelah melihat pertumbuhan stabil pada engagement, likes, komentar, dan shares, kamu pasti berharap pola yang sama ketika melihat rata-rata tampilan per video TikTok, bukan?. Namun, data Socialinsider menunjukkan hal yang berbeda.

Melihat tolok ukur tampilan TikTok terbaru, perbedaan yang jelas mulai terlihat: akun-akun kecil mulai tertinggal (rata-rata mengalami penurunan 23% pada tampilan TikTok yang didapat), tapi di sisi lainnya, tren justru berbalik.

Jadi, apa yang menjelaskan perbedaan ini?

Dari yang aku lihat, ini tergantung pada bagaimana persaingan dan kematangan konten berkembang di platform.

Sekarang ada lebih banyak konten dari sebelumnya. Saat volume bertambah, menonjol di level bawah jadi makin sulit. Akun-akun kecil bersaing di ruang yang semakin padat, sering kali tanpa konsistensi, siklus pengujian, atau sistem konten yang sudah dimiliki brand besar.

Di saat yang sama, akun-akun besar mendapat keuntungan dari momentum.

Bukan hanya soal pengikut, tapi juga format yang sudah terbukti, sinyal audiens, dan pola performa yang berulang. Algoritma punya lebih banyak data untuk digunakan—dan itu meningkatkan peluang konten kamu tersebar lebih jauh dan lebih cepat.

Jadi meskipun TikTok masih menghargai relevansi, visibilitas kini jadi makin tidak merata.

Dan inilah perubahannya: sekarang bukan hanya soal membuat konten bagus—kamu harus bersaing di lingkungan yang lebih padat dan berorientasi performa, di mana skala memperbesar peluangmu untuk terlihat.

Brand kecil harus berhenti bersaing dalam hal jumlah postingan atau produksi, dan mulai fokus bersaing pada relevansi.

Saat reach semakin selektif, setiap konten harus benar-benar layak mendapat perhatian. Kuncinya adalah membuat hook yang kuat dalam beberapa detik pertama, menjaga ide tetap jelas dan mudah diikuti, serta menyasar audiens yang spesifik, bukan berusaha menarik semua orang.

Brand yang masih tumbuh adalah yang memperlakukan TikTok bukan sekadar kalender konten, tapi sebagai platform untuk uji coba. Kalau sudah ada yang berhasil, lanjutkan dan maksimalkan. Jangan selalu mulai dari awal. -
Tola Janus, Freelance Social Media Manager

Gunakan taktik strategis untuk mendapatkan lebih banyak tampilan di TikTok.

  • Bangun “pattern recognition” untuk algoritma: Konsistensi format, topik, dan gaya posting membantu TikTok memahami kontenmu lebih cepat.
  • Fokus pada retensi, bukan hanya reach: Tayangan tinggi datang dari video yang ditonton sampai habis. Edit ketat, tempo lebih cepat, dan hilangkan filler untuk meningkatkan rata-rata tampilan TikTok kamu per video.
  • Seimbangkan konsistensi dengan eksperimen: Akun besar menang karena mereka punya sistem yang bisa diulang—tapi mereka juga selalu mencoba hal baru. Gunakan sekitar 70% format yang sudah terbukti, 30% konten eksperimental.

Tolok ukur frekuensi posting TikTok

Ukuran halaman

Frekuensi posting 2024

Frekuensi posting  2025

1-5K

6

8

5-10K

7

12

10-50K

9

16

50-100K

11

18

100K-1M

15

23

Saat visibility makin sulit didapat dan persaingan terus meningkat, brand mulai beradaptasi dengan lanskap baru. Perubahan itu terlihat dari bagaimana strategi konten berkembang.

Sekarang, posting bukan hanya soal konsistensi atau tetap aktif. Fokus utamanya adalah meningkatkan peluang kamu untuk terlihat. Perubahan ini terlihat jelas pada data, dengan frekuensi posting rata-rata naik 40% di semua ukuran halaman dari 2024 ke 2025. 

Tapi ada hal penting yang harus kamu tahu: mereka tidak sekadar posting lebih sering secara acak—mereka menambah jumlah posting dengan tujuan jelas. Sekarang, di TikTok, konsistensi saja tidak cukup. Frekuensi menjadi keunggulan kompetitif.

Tapi ada tantangannya.

Lebih banyak konten tidak otomatis berarti performa lebih baik. Justru, ini meningkatkan standar. Semakin sering kamu posting, semakin perlu disiplin dalam kualitas, struktur, dan iterasi.

Inilah sebabnya brand yang meningkatkan frekuensi posting dan benar-benar melihat hasil adalah yang memperlakukan konten sebagai sistem, bukan upaya satu kali.

Menambah frekuensi posting sebenarnya tentang menemukan keseimbangan antara visibilitas dan nilai. Tidak ada gunanya posting setiap hari jika kualitasnya menurun. Audiens tidak menghargai jumlah, mereka menghargai relevansi. Satu postingan kuat akan selalu mengungguli yang terburu-buru. - Malene Hold, Senior Manager Social & Content, MCoBeauty
2026 tiktok posting frequency benchmarks
Di platform seperti TikTok, di mana performa bisa sangat bervariasi antara satu video dan lainnya, volume uji coba adalah keunggulan tersendiri. Semakin sering kamu posting, semakin cepat kamu paham konten seperti apa yang cocok untuk audiens kamu.

Masalahnya, brand sering hanya menambah frekuensi tanpa merubah apa pun. Posting konten yang sama lebih banyak tidak akan meningkatkan hasil, hanya akan mengulangnya. Tapi kalau menambah postingan disertai uji coba berbagai hook, format, dan sudut pandang, proses belajar jadi jauh lebih cepat.

Jika dilakukan dengan benar, ini salah satu cara tercepat untuk mengetahui konten apa yang benar-benar bekerja pada audiens kamu. - Tola Janus, Freelance Social Media Manager

Gunakan taktik strategis untuk meningkatkan strategi posting kamu

  • Tingkatkan volume—tapi lakukan dengan struktur: Jangan asal posting lebih banyak. Tentukan 3–5 pilar konten dan kembangkan di dalamnya. Ini menjaga output kamu tetap selaras dan meningkatkan peluang mencapai benchmark TikTok.
  • Buat sistem konten yang dapat diulang: Brand yang bisa aktif 15–20+ postingan per bulan tidak selalu mulai dari awal. Mereka mengandalkan format, seri, dan template yang bisa dipakai ulang dan diadaptasi dengan cepat.
  • Buat konten secara batch untuk mengurangi hambatan: Daripada membuat setiap hari, produksi beberapa video dalam satu sesi. Cara ini menjaga konsistensi tanpa membuat tim kamu kewalahan.

Benchmarking tingkat pertumbuhan follower TikTok

Ukuran halaman

Pertumbuhan follower 2024

Pertumbuhan follower 2025

1-5K

269%

150%

5-10K

166%

115%

10-50K

86%

60%

50-100K

55%

45%

100K-1M

33%

30%

Follower growth is starting to show a different kind of shift—one that goes beyond TikTok. Across most major social platforms, growth rates have been slowing down, and TikTok is no exception. 

Socialinsider’s TikTok follower growth benchmarks show that every segment saw a decline from 2024 to 2025. On average, there’s a 33% decrease tendency, but the drop isn’t evenly distributed - smaller accounts are feeling it the most.

Pertumbuhan di TikTok sekarang sudah tidak seperti dulu. Saat ini, TikTok jauh lebih selektif dalam memilih video yang dipromosikan. Bukan sekadar menaikkan video yang mendapatkan tampilan, algoritmanya kini fokus pada apakah orang benar-benar bertahan menonton—dan apakah mereka benar-benar engaging dengan konten, seperti menonton sampai akhir.

Selain itu, persaingan juga makin ketat. Bahkan video yang bagus pun harus berjuang untuk menonjol. Sekarang, kreator berkembang dengan terus membangun koneksi dengan audiens dan menemukan niche, bukan lagi mengandalkan satu postingan viral.

Ini berarti konten harus lebih strategis—pikirkan hook, storytelling, bahkan SEO. Di sinilah akun kecil sering kesulitan, karena mereka baru menjajaki hal-hal ini atau masih memahami dasar-dasarnya. -
Sophie Hill, Social Media Manager, Burgerism

Sementara akun kecil hingga menengah mengalami penurunan tingkat pertumbuhan sekitar 50%, data menunjukkan bahwa seiring bertambahnya ukuran akun, penurunannya menjadi kurang agresif. Ada alasannya.

Saat platform mulai matang, pertumbuhan tidak lagi semudah dulu. Orang masih melakukan engagement dengan konten—tapi mengikuti akun jadi tindakan yang lebih disengaja.

Ini mengubah permainan. Karena pertumbuhan di TikTok sekarang bukan sekadar menarik perhatian—tapi mengubah visibilitas menjadi audiens jangka panjang.

Aku percaya TikTok sudah berubah dari model distribusi yang mendorong konten secara luas untuk menemukan hits, menjadi model filtrasi yang menguji konten pada kelompok kecil yang sangat tertarget dan hanya membesarkan konten yang benar-benar terbukti lebih unggul.

Ditambah dengan kejenuhan konten dan perilaku pengguna yang makin selektif, artinya “konten bagus” saja sudah tidak cukup. Hanya konten yang memberikan retensi awal yang kuat, relevansi niche yang jelas, dan engagement dengan niat tinggi (seperti shares dan saves) yang mendapat reach lebih luas.

Walaupun TikTok masih menawarkan potensi penemuan organik yang lebih tinggi dibandingkan platform seperti Instagram atau YouTube, kini keberhasilan sangat bergantung pada eksekusi strategis, format yang bisa diulang, dan pemahaman mendalam tentang audiens serta dinamika algoritma—bukan lagi sekadar mengandalkan viralitas. -
Sophia Cavallari, Freelance Social Media Manager
2026 tiktok audience growth benchmarks

Taktik strategis untuk menaikkan pengikut kamu di TikTok

  • Lacak jumlah follow per video, bukan hanya total pertumbuhan: Lihat postingan mana yang benar-benar mendatangkan follower. Di situlah mesin pertumbuhan kamu—bukan cuma dari tampilan atau likes.
  • Hindari mindset “hanya viral”: Mengejar tampilan tanpa arah konten yang jelas seringnya bikin konversi rendah. Audiens yang lebih kecil dan terarah akan mempercepat pertumbuhan akun kamu.
  • Ciptakan perjalanan konten “bingeable”: Pikirkan lebih dari sekedar satu postingan. Buat kontenmu mudah dikonsumsi secara berurutan agar penonton baru menonton beberapa video sekaligus. Ini meningkatkan kemungkinan mereka mengikuti akunmu.

Metodologi

Dataset yang digunakan untuk menemukan benchmark TikTok ini terdiri dari 2 juta video TikTok dari 214.507 profil TikTok yang aktif di TikTok antara Januari 2024 - Desember 2025.

Tingkat engagement TikTok berdasarkan tampilan: jumlah total interaksi pada postingan TikTok (termasuk likes, komentar, shares, dan simpan) dibagi dengan jumlah tampilan yang didapat selama periode yang dipilih lalu dikalikan 100.

Rata-rata suka per postingan menunjukkan jumlah suka yang diterima setiap postingan, rata-rata.

Rata-rata komentar per postingan menunjukkan jumlah komentar yang diterima setiap postingan, rata-rata.

Rata-rata berbagi per postingan adalah jumlah rata-rata berbagi yang diterima setiap postingan.

Rata-rata pertumbuhan follower dihitung dengan membagi jumlah follower yang kamu dapatkan dengan jumlah follower saat memulai, lalu dikalikan 100.

NOTE: This study contains 2025 values, presented as 2026, because, at the time of publication, there wasn't enough data for analysis, with the year just starting. That is why we bring quarterly updates, as the year unfolds and more data is available.

Dapatkan metrik performa TikTok yang mendalam

Lakukan analisis TikTok yang mendalam dan dapatkan ide optimasi konten strategis!

Siap tingkatkan strategi social media kamu dengan insights real-time?

Dapatkan wawasan strategis. Analisis performa sosial di semua channel. Bandingkan metrik dari periode berbeda dan unduh laporan hanya dalam hitungan detik.