Tolok Ukur Social Media 2026

Tolok ukur social media 2026 ini akan membantu kamu memperkuat strategi. Bandingkan brand kamu dengan standar industri.

social media benchmarks 2026

Kalau aku tanya di mana brand kamu paling terasa 'terlihat' secara online, apakah kamu pilih TikTok? Instagram? Facebook atau X? Mungkin semuanya—tergantung pada apa yang ingin kamu picu lewat postingan terbarumu.

Mari jujur: audiens bergerak lebih cepat dari sebelumnya, dan kadang yang kamu dapatkan hanyalah scroll, tampilan diam, atau 'suka' cepat. Di hari lain, komunitas kamu hidup, memberi komentar, membagikan, atau bahkan memulai percakapan yang berkembang dengan sendirinya.

Kebiasaan di platform dan algoritma terus berubah. Kadang kamu jadi sulit tahu seperti apa engagement yang sebenarnya sekarang.

That’s why we analyzed 70M social media posts across TikTok, Instagram, Facebook, and X,  to understand the future of social media, audience interactions, and how brands can better prepare their strategies for 2026.

Laporan tolok ukur social media 2026 dari Socialinsider ini menganalisis tingkat engagement, impressions, likes, komentar, shares, dan frekuensi posting di Facebook, Instagram, TikTok, dan X (sebelumnya Twitter).

Dengan memahami tren ini, kamu bisa menemukan peluang, optimalkan strategi konten, dan tingkatkan ROI social media.

Ringkasan eksekutif

  • Tingkat engagement TikTok sebesar 3,70%, naik 49% dibanding tahun lalu. Tingkat engagement Instagram sebesar 0,48%, hampir tidak berubah di 2025.
  • Facebook mencatat rata-rata 0,15% engagement, turun di awal 2025 dan terus menurun secara bertahap setelahnya.
  • Rata-rata komentar per postingan turun di TikTok (24%) dan Instagram (16%). Ini menunjukkan pergeseran ke arah engagement yang lebih pasif.
  • TikTok mencatat pertumbuhan signifikan dalam shares per postingan, naik 45% YoY. Ini mengikuti tren kenaikan engagement secara keseluruhan. Sementara itu, Instagram mencatat kenaikan sebesar 12%.
  • Baik TikTok maupun Instagram mengalami kenaikan tampilan video. TikTok tumbuh 3%, sementara Instagram mencatat pertumbuhan YoY lebih tinggi sebesar 29%.
  • Brand rata-rata membuat 5 postingan per minggu di Instagram dan TikTok.


Benchmarking social media 2026 per platform

Platform

Tingkat engagement 2024

Tingkat engagement 2025

TikTok

2,50%

3,70%

Instagram

0,50%

0,48%

Facebook

0,15%

0,15%

X

0,15%

0.12%

Each year, the landscape of social media engagement evolves—driven by shifting user behavior, algorithm changes, and brands’ creative strategies.

As we step into 2026, keeping up to date with the latest social media benchmarks becomes more crucial than ever for marketers wanting to set informed goals, outperform competitors, or report on campaign success. Because, as we all know, engagement benchmarks digging is so much more than finding and putting a pin on a number - it’s about context, clarity, and the confidence to know you’re putting your effort in the right place. 

Mau meningkatkan performa TikTok, penasaran dengan rata-rata engagement rate di Facebook, atau mencari posisi terbaik di Instagram? Pahami benchmark engagement social media ini. Tentukan target yang realistis dan pamerkan pencapaian kamu.

social media engagement trendline

Jadi, bagaimana perubahan engagement selama setahun terakhir di platform terbesar? Yuk, simak rinciannya:

  • TikTok: TikTok kembali jadi sorotan, dengan tingkat engagement melonjak dari 2,50% menjadi 3,73%. Pertumbuhan tahunannya mencapai 49%. Bagi brand yang ingin meraih lebih banyak audiens atau bereksperimen, pertumbuhan TikTok menegaskan posisinya sebagai channel utama untuk hasil tinggi dan energi maksimal.

  • Instagram: Di sinilah mulai menarik. Tingkat engagement Instagram sedikit turun, dari 0,50% menjadi 0,48%. Mungkin terasa kecil, tapi penurunan kecil tetap penting dicatat. Jadi, kalau kamu penasaran “berapa rata-rata tingkat engagement Instagram?” atau ingin membandingkannya, kini kamu dapat jawabannya. Instagram tetap selangkah di atas Facebook untuk membangun percakapan dan koneksi.

  • Facebook: Kamu mungkin terkejut, atau mungkin tidak, bahwa rata-rata engagement rate Facebook tetap stabil—masih di angka 0,15% dari tahun ke tahun. Bagi banyak brand, ini berarti ekspektasi di Facebook harus tetap stabil: kamu bermain di ruang yang sudah matang dan tidak fluktuatif. Kalau kamu bertanya berapa rata-rata engagement rate Facebook di tahun 2026, jawabannya masih 0,15%. Jadi, kamu tahu persis target yang harus dicapai.

  • X: Bagaimana dengan X? Platform ini mengalami penurunan tingkat engagement, dari 0,15% di 2024 menjadi 0,12% di 2025. Jika kamu masih berinvestasi di X, ini sinyal untuk mempertajam strategi konten dan mungkin perlu memikirkan ulang cara terbaik menarik perhatian di situasi yang terus berubah. Meski angkanya terlihat kecil, ini pengingat penting: diam di tempat bukan pilihan jika kamu ingin audiensmu tetap engaged di X.
social media engagement benchmarks
The engagement gap exists because people use these platforms very differently. Instagram is still largely about polished, aesthetic curation, while TikTok feels more raw, authentic, and immediate.

On TikTok, people don’t just scroll for inspiration. They actively look for answers. Whether it’s finding a restaurant in London, a solution for acne, or an honest review of the latest Marvel movie, users are increasingly going straight to TikTok instead of Google. But it goes beyond utility. TikTok is where people find communities around very specific interests and, in many cases, a sense of belonging.

The “For You” page plays a huge role in this. Discovery on TikTok feels effortless. The algorithm shows you what you want before you even know you’re looking for it. That’s what fuels deeper engagement. TikTok shortens the distance between users and the content they actually care about, while Instagram is still catching up when it comes to frictionless discovery. - Morgane Wasilewski, Social Media Manager at Channable

Taktik strategis untuk meningkatkan rate engagement kamu di berbagai platform

Ingin mengubah insights benchmarking menjadi hasil nyata? Berikut beberapa taktik terbukti untuk meningkatkan engagement rate di semua social media kamu:

  • Humanisasi brand kamu: Tampilkan orang nyata, cerita, dan momen di balik layar. Audiens lebih tertarik dengan keaslian daripada konten "stok" atau yang terlalu dipoles.
  • Manfaatkan fitur khusus platform: Polls di X, Reels di Instagram, dan stories asli—setiap fitur dapat meningkatkan performa algoritma dan mendorong partisipasi pengguna lebih tinggi.
  • Pakai hook yang kuat: Tarik perhatian sejak awal—pakai visual dinamis, judul tegas, atau pertanyaan yang menggugah. Semakin cepat kamu memberi alasan untuk audiens berinteraksi, semakin tinggi engagement konten kamu.

Rata-rata likes per postingan di semua platform

Platform

Rata-rata Likes per Postingan 2024

Rata-rata Likes per Postingan 2025

TikTok

3092

3492

Instagram

395

335

Facebook

155

255

X

40

15

It’s no secret that a quick glance at your like count gives you a pulse check on how your content is resonating. But averages across platforms? 

Di sinilah benchmarking jadi peta nyata, membantu kamu menjawab: "Apakah kita sudah selangkah lebih maju, atau masih ada ruang untuk berkembang?"

  • TikTok: Masih jadi penggerak utama di dunia social media, TikTok menonjol dengan kebutuhan konten yang selalu tinggi. Antusiasme pengguna tidak hanya stabil, tapi juga meningkat (naik 12%). Artinya, audiens bukan hanya hadir—mereka juga aktif mengapresiasi postingan kreatif dan menarik. Kalau kamu suka mengikuti tren dan menghadirkan sesuatu yang segar, TikTok tetap jadi pilihan utama untuk mendapatkan organic love yang terlihat jelas.

  • Instagram: Tahun ini, Instagram mengalami perubahan halus—likes masih menjadi inti pengalaman, tetapi persaingan terasa semakin meningkat. Likes turun 15% dibandingkan nilai sebelumnya. Suasana di platform ini semakin kompetitif. Artinya, kamu butuh kreativitas ekstra dan membangun komunitas yang nyata untuk mendapatkan likes. Untuk brand, ini jadi sinyal untuk makin berinovasi dan pastikan kontenmu punya sudut pandang otentik.

  • Facebook: Melampaui ekspektasi, Facebook berhasil bangkit diam-diam dalam engagement pengguna, dengan peningkatan likes hingga 64% dibanding tahun sebelumnya. Untuk brand yang benar-benar mendengarkan audiens dan menyesuaikan konten, Facebook pasti bisa menghadirkan kesuksesan. Ini pengingat bahwa keaslian dan relevansi masih bisa membuat perubahan besar di platform lama—meski tren terlihat mengarah ke tempat lain.

  • X: Dengan penurunan likes sebanyak 62% YoY, kini makin jelas bahwa audiens di sini semakin selektif dan berpikir lebih matang. Setiap like makin sulit didapat, tapi bisa jadi lebih berarti. Brand tidak bisa asal-asalan: raih perhatian di X dengan konten yang lebih tajam, relevan, dan siap untuk mendefinisikan ulang arti engagement sesungguhnya di platform ini.
Instagram likes are declining not because content is weaker, but because the platform prioritizes watch time, saves, and shares over passive engagement. Users increasingly interact through DMs and private channels, which don't show up in public metrics. The engagement isn't gone. It's just moved to the actions that actually drive reach.

Facebook's like rebound shows what happens when brands stop treating every platform the same and remember that Facebook was built for community, not distribution. Conversational posts that speak directly to existing audiences lower the friction to engage, making likes a natural response again. It's proof that platform-native strategy beats cross-posting every time
. Valeria Sillani, Global Social Media Manager at EasyVista and OTRS
social media likes benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan likes kamu di berbagai platform

Berikut beberapa langkah strategis yang bisa kamu gunakan di semua jaringan untuk mengubah lebih banyak audiensmu menjadi fan aktif:

  • Tawarkan tips cepat, trik, atau inspirasi:Share bite-sized advice, “did you know?” facts, or motivational messages that provide instant value—content that’s useful or heartening tends to get more likes and shares.
  • Optimalkan storytelling visual kamu: Prioritaskan gambar mencolok, grafis tebal, atau visual stop-motion yang langsung menarik perhatian di feed yang ramai. Visual berkualitas tinggi yang bisa menghentikan scrolling biasanya mendapatkan lebih banyak likes sejak awal.
  • Buat seri berulang dengan hook interaktif: Tetapkan tema konten yang berkelanjutan—misalnya “Monday Motivation” atau “Ask Me Anything Wednesdays”—untuk mendorong interaksi rutin. Ketika pengikut mulai menantikan postingan interaktif secara konsisten, jumlah likes biasanya bertambah seiring waktu.

Rata-rata komentar di seluruh platform

Platform

Rata-rata Komentar per Postingan 2024


Rata-rata Komentar per Postingan 2025


TikTok

66

50

Instagram

24

20

Facebook

17

22

X

1

1

Komentar adalah tempat engagement sejati terjadi—di mana audiens berhenti sejenak, ikut berdiskusi, dan meninggalkan jejak mereka. Namun, tidak semua platform mampu memicu dialog dengan cara yang sama. Tahun ini, ada perubahan menarik dalam seni membuat orang ikut berbicara.

  • TikTok:Popularitasnya nyata, tapi percakapan jadi lebih selektif. TikTok masih memicu banyak reaksi cepat, tapi kini pengguna lebih jarang terlibat dalam utas komentar panjang. Platform ini mencatat penurunan 24% YoY dalam komentar yang dihasilkan. Ini menandakan gaya interaksi di TikTok sedang berubah—konten cepat dan penuh energi masih mendominasi, tapi percakapan mendalam butuh pendekatan baru.

  • Instagram: Engagement lewat komentar tetap jadi pilar utama di Instagram, meski trennya menurun perlahan (turun 20% secara YoY). Karena begitu banyak konten bersaing, membuat follower berhenti sejenak dan berkomentar butuh CTA yang lebih sengaja dan pendekatan komunitas yang kuat.

  • Facebook: Rumah asli dialog social media ini kembali bergairah dengan peningkatan komentar sebanyak 20%. Meski platformnya sudah lama, postingan Facebook justru makin ramai di kolom komentar. Ini menegaskan pentingnya format yang sudah dikenal dan komunitas yang terpercaya. Saat brand aktif mengajak diskusi dan membuka ruang, audiens siap ikut berpendapat.

  • X:Sifat engagement di sini singkat dan instan. Kebanyakan pengguna hanya menggulir, menyukai, atau langsung lanjut. Kalau kamu ingin membangun percakapan nyata, keberhasilan sekarang bergantung pada memberikan opini panas atau komentar tepat waktu yang benar-benar sulit diabaikan.
social media comments benchmarks
Comments require time, and users are looking for quicker ways to engage with content. Instead of reacting publicly, they are forwarding content to friends privately or in group chats. This points to a shift toward connection-driven engagement.

It’s also important to note that Gen-Z is often described as the “spectator generation”, highly tuned in but selected about when and where they speak.

Also, platforms and algorithms are ever-changing. We’ve seen an increase in prioritisation around watch time and shares which could also explain this shift in behaviour. Overall, this shift tells us that users still care about content but they prefer to engage privately rather than through a public thread, leaving no trail. - Melody Doffman, Social Media Manager at Nestlé

Taktik strategis untuk meningkatkan komentar kamu di semua platform

Berikut taktik strategis untuk memulai dan menjaga kolom komentar yang hidup di semua platform:

  • Minta feedback, ide, atau saran: Ajak audience memberi masukan untuk produk baru, fitur, atau arah konten. Gunakan kalimat seperti “Apa yang sebaiknya kita coba berikutnya?” atau “Bagaimana caranya agar kita bisa lebih baik?” supaya audience merasa didengar dan termotivasi untuk berkomentar.
  • Bagikan cerita yang belum selesai atau skenario terbuka: Posting cliffhanger, pertanyaan “apa yang akan kamu lakukan?”, atau cerita dengan bagian yang hilang. Rasa penasaran dan keinginan untuk berpendapat mendorong pengikut untuk mengisi kekosongan dan terus berdiskusi.
  • Kolaborasi dengan micro-influencer untuk hasil autentik: Instead of big-budget sponsorships, tap niche or local creators who align with your brand values. Their loyal, engaged audiences trust their content—meaning your brand message gets a genuine boost in both reach and interaction.

Rata-rata berbagi di seluruh platform

Platform

Rata-rata shares per postingan 2024

Rata-rata Shares per Postingan 2025


TikTok

170

248

Instagram

40

45

Facebook

13

17

X

1

1

Semakin banyak audiens yang selektif—sering memilih untuk scroll, swipe, atau hanya memberi “like” tanpa suara—share kini punya makna baru. Share sekarang jadi standar emas aksi audiens. Ini bukti bahwa konten kamu cukup berkesan hingga seseorang mau membagikannya ke luar feed mereka sendiri.

Perubahan ini sangat jelas terlihat seiring meningkatnya konsumsi pasif di hampir setiap jaringan. Di situasi di mana membuat pengguna berhenti sejenak saja sudah menjadi kemenangan, menginspirasi mereka untuk menekan “share” berarti kamu sudah memberikan nilai nyata—sesuatu yang layak untuk diperluas.

Tren tahun ini menunjukkan bahwa meskipun tidak semua platform secara alami viral, setiap channel punya peluang unik untuk mendorong aksi share yang sangat berpengaruh.

  • TikTok: Viralitas makin kuat di TikTok. Budaya berbagi di platform ini terus berkembang karena pengguna antusias membagikan apa pun yang menghibur, mendidik, atau menyentuh isu budaya. Untuk kreator dan brand yang selalu update, TikTok tetap menawarkan potensi berbagi tak tertandingi, terbukti dengan kenaikan shares sebesar 45% dari tahun ke tahun.

  • Instagram: Sharing on Instagram maintained its slow-but-steady climb, increasing by 12%. While the share button isn’t the platform’s star, consistently shareable content—think valuable tips, memes, or beautiful visuals—means audiences are a bit more willing to spread the love to DMs and Stories.

  • Facebook: Sharing has seen an uptick on Facebook as well (increasing by 30%), confirming that meaningful, relatable content still finds its way to broader audiences here. Tapping into personal connections and community-focused posts is your in-road to more organic reach.

  • X: Shares (retweet) di X tetap datar. Ini menyoroti tantangan membangun percakapan luas. Supaya menonjol, pastikan konten kamu sangat berani, relevan waktu, atau memancing perdebatan. Kalau tidak, pengguna cenderung hanya melihat tanpa memperbanyak share.
social media shares benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan shares kamu di berbagai platform

Mengubah scroller jadi sharer adalah tanda konten kamu berhasil di platform mana saja. TikTok memang unggul, tapi semua social network akan mendorong konten yang punya emosi atau nilai. Jadi, fokuslah menciptakan postingan yang membuat orang ingin segera membagikannya.

  • Manfaatkan user-generated content (UGC): Sorot postingan, Stories, dan studi kasus dari pelanggan serta pengikut nyata. Audiens lebih suka membagikan konten yang menampilkan diri mereka sendiri atau orang yang mereka kenal. Selain itu, UGC langsung meningkatkan kredibilitas.
  • Sentuh emosi—humor, kekaguman, atau inspirasi: Konten yang membuat orang tertawa, menarik perhatian, atau mengangkat semangat mereka akan lebih mudah dibagikan. Fokus pada momen atau pesan yang memicu reaksi kuat, dan pengikut kamu pasti ingin membagikannya.
  • Dorong berbagi sebagai bentuk partisipasi: Ajak audiens kamu terlibat dalam sebuah gerakan—baik itu menandai teman, ikut tantangan, atau membagikan pendapat tentang topik tertentu. Saat berbagi menjadi bentuk partisipasi, reach kamu akan semakin luas.
If marketers want to drive more shares, they need to focus on content people genuinely want to send to their group chats. That might be something highly relatable, genuinely useful, creatively inspiring, or simply something that makes people smile. The common thread is value — your content needs to earn its place in someone’s scroll.

Sharing is also a form of self-expression. When people share a post, they’re signaling their interests, values, or sense of humor. Pay attention to your own behavior here: when you share content from other brands or creators, save it and ask how that idea could be adapted for your brand.

You also don’t need to reinvent the wheel. Analyze your most-shared posts to spot patterns in topics or formats, and don’t hesitate to repurpose what’s already worked. As marketers, we see everything we publish but the average follower doesn’t, which makes revisiting strong ideas even more effective. -
Elissa Wardrop, Social Media Specialist at IKEA

Rata-rata tampilan di seluruh platform

Platform

Rata-Rata Tampilan per Postingan 2024


Rata-Rata Tampilan per Postingan 2025


TikTok

6268

6496

Instagram

2635

3403

Facebook

1100

913

X

1430

2979

Tampilan adalah dasar kesuksesan di social media: setiap suka, komentar, atau berbagi dimulai dari seseorang yang hanya menonton. Tapi, kebiasaan menonton tidak tetap. Perubahan cara dan tempat orang menikmati konten menunjukkan di mana aksi—dan peluang—sebenarnya berada.

  • TikTok: Momentum di TikTok tetap kuat. Audiens terus hadir dalam jumlah tinggi, meningkatkan rata-rata tampilan sebesar 3% YoY. Platform ini masih jadi pilihan utama untuk reach viral. Kreativitas dan konten yang mengikuti tren masih mendapat visibilitas luas di sini.

  • Instagram: Instagram mencatat peningkatan tayangan yang mengesankan, sebesar 29%. Hal ini mungkin karena cara baru Instagram mengukur tampilan (di 2025 impressions berubah menjadi tampilan). Intinya: Instagram semakin cepat menjadi tempat andalan bagi brand untuk meningkatkan reach—terutama dengan konten yang singkat dan visual menarik.

  • Facebook: Tayangan di Facebook turun tipis sebesar 17%, menandakan reach organik makin menantang. Untuk menarik perhatian di sini, brand harus bereksperimen dengan format, waktu posting, dan topik yang sangat relevan agar menonjol di tengah persaingan.

  • X:Platform ini mengalami lonjakan tampilan yang signifikan tahun ini (naik 50%), kemungkinan besar karena momen viral dan perubahan budaya platform. Konten pendek, berbasis berita, dan visual yang menarik kini lebih mudah menjangkau audiens luas, membuka peluang baru untuk brand yang berani tampil beda.
In 2025, Instagram’s discovery engine pushed content further and faster than ever. With Reels now driving over 20% of time spent on the platform and expanded to three minutes, brands have more surfaces and more time to earn attention. Discovery no longer depends on follower count. Video-first content and collaborations are what the algorithm rewards, allowing even smaller brands to reach thousands organically and generate meaningful views without relying solely on paid spend. - Sara Zuehlke, Senior Social Media Strategist at Digible
social media views benchmarks

Taktik strategis untuk meningkatkan tampilan kamu di berbagai platform

Siap membuat konten kamu dilihat lebih banyak orang? Coba taktik terbukti ini untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan jumlah tampilan di setiap platform:

  • Manfaatkan momen budaya dan acara real-time:React to trending news, holidays, or viral topics with your brand’s unique angle. Timely, relevant reactions often earn higher viewst as audiences dive in on what everyone’s already talking about.
  • Dorong tim atau karyawan untuk berbagi: Ajak anggota tim internal atau brand ambassador membagikan konten kamu ke jaringan mereka. Gandakan eksposur awal dan tarik perhatian audiens baru.
  • Manfaatkan thumbnail dan judul yang menarik: Buat thumbnail dan headline yang kuat, memancing rasa penasaran, dan mudah terlihat. Bikin audiens ingin klik dan menonton.
The increase in views is a real opportunity for brands that felt priced out of reach before. As views go up, the pressure to be perfect goes down. What matters more now is showing up consistently with a clear point of view, focusing on creative, relevance, and storytelling rather than constant selling. Views open the door, but long-term brand building, recognition through repetition, and what you do once people are paying attention is what truly drives impact.” - Victoria I., Brand Manager at fatjoe

Benchmarking frekuensi posting bulanan

Platform

Rata-Rata Postingan per Bulan 2024


Rata-Rata Postingan per Bulan 2025

TikTok

15

15

Instagram

20

20

Facebook

47

24

X

50

70

Seberapa sering kamu tampil sama pentingnya dengan apa yang kamu bagikan. Berikut sekilas bagaimana pola posting berubah—dan apa artinya untuk visibilitas brand kamu di setiap platform:

  • TikTok: Konsistensi tetap jadi kunci—brand tetap mempertahankan posting rutin. Platform ini menghargai partisipasi yang teratur, tanpa membuat audiens kewalahan. Jaga momentum dengan ritme posting yang santai tapi tetap konsisten.

  • Instagram: Volume posting tetap stabil. Ini menandakan di Instagram, kualitas dan variasi (contohnya postingan, Stories, dan Reels), bukan hanya kuantitas, yang membuat audiens tetap tertarik dan algoritma senang.

  • Facebook: Frekuensi posting turun tajam sebesar 48%. Ini menunjukkan pendekatan yang lebih terarah, di mana brand memilih update kurasi bernilai tinggi daripada sekadar volume, agar bisa menembus feed yang padat.

  • X: Kecepatan posting meningkat (sebanyak 40%), menegaskan sifat platform yang real-time dan selalu aktif. Posting secara cepat dan dalam jumlah besar tetap jadi kunci relevansi. Lewat satu momen, kamu bisa benar-benar ketinggalan percakapan.
The X platform rewards speed and conversation, not polished, curated, or aesthetic content. Brands need to stop treating X like it needs a content calendar. Encourage team members to engage in relevant conversations rather than creating only batched posts.

Set up monitoring or social listening tools for industry keywords, have clear brand guidelines, and let people be human. One authentic reply can outperform a week of scheduled posts. –
Bukunmi Weke, Social media Strategist
social media posting frequency benchmarks
For well-resourced teams with strong creative and production processes, posting 5 times per week is great as Socialinsider’s benchmarks also point out. But for many brands especially a small marketing team chasing frequency quickly becomes a creativity trap.

The number itself isn’t the issue; consistency and value are. I’d always choose fewer, higher quality posts that genuinely resonate over hitting an arbitrary posting target.” –
Danielle Mote, Social media specialist, Construct It and BJS

Taktik strategis untuk mengoptimalkan strategi posting kamu

Ingin setiap postingan berdampak? Coba taktik praktis ini untuk mengatur ritme posting dan menjaga engagement audiens—apa pun platformnya:

  • Buat dan jadwalkan konten kamu secara batch: Rencanakan lebih awal untuk menjaga konsistensi, bahkan di minggu-minggu sibuk. Temukan frekuensi yang tepat tanpa merasa kewalahan.
  • Campur format dan tipe konten: Jangan hanya mengandalkan satu jenis postingan. Variasikan video, gambar, carousel, Stories, atau sesi live untuk menarik segmen audiens yang berbeda dan membuat feed kamu selalu segar.
  • Gunakan analytics untuk menemukan waktu terbaik kamu: Pantau kapan audiens kamu paling aktif dan pola postingan mana yang memberi engagement tertinggi, lalu sesuaikan kalender kamu.

Lanjutkan membaca:


Metodologi

Dalam laporan benchmarking social media ini, kami menyajikan sampel perwakilan brand internasional dengan kehadiran aktif di TikTok, Instagram, Facebook, dan Twitter, selama Januari 2024 hingga Desember 2025. Temuan studi ini didasarkan pada analisis 70 juta postingan social media.

Kami mendefinisikan tingkat engagement social media sebagai interaksi yang bisa diukur pada postingan Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok. Ini mencakup komentar, reaksi, dan berbagi, sesuai dengan karakteristik khusus tiap platform.

Facebook engagement rate per postingan (berdasarkan pengikut): Facebook engagement rate per postingan dihitung dari jumlah reaksi, komentar, dan shares pada postingan, dibagi dengan total fans halaman tersebut. Hasilnya lalu dikalikan 100.

Instagram engagement rate per post (berdasarkan pengikut): Instagram engagement rate per post dihitung dengan menjumlahkan likes dan komentar pada postingan, lalu dibagi dengan total jumlah pengikut halaman tersebut. Hasilnya kemudian dikali 100.

Twitter engagement rate per post (berdasarkan followers): Twitter engagement rate per post dihitung dari jumlah likes dan Retweet yang diterima pada Tweet, dibagi dengan total followers halaman tersebut. Hasilnya lalu dikalikan 100.

TikTok engagement rate per post (by followers): TikTok engagement rate dihitung dengan menjumlahkan likes, komentar, shares, dan simpanan pada postingan, lalu dibagi dengan jumlah follower halaman tersebut. Hasilnya dikali 100.

Rata-rata likes per postingan: menunjukkan berapa banyak likes yang diterima setiap postingan rata-rata.

Rata-rata komentar per postingan: menunjukkan berapa banyak komentar yang diterima tiap postingan rata-rata.

Rata-rata shares per postingan: menunjukkan berapa banyak shares yang diterima satu postingan pada rata-rata.

Rata-rata tampilan per postingan: menunjukkan berapa banyak tampilan rata-rata yang didapatkan sebuah postingan.

Analisis pesaing kamu dalam hitungan detik

Lacak dan analisis pesaing kamu, lalu dapatkan metrik social media terbaik dan lainnya!

Siap meningkatkan strategi social media kamu dengan insights real-time?

Dapatkan insights strategis. Analisis performa social media di semua channel. Bandingkan metrik dari periode berbeda dan unduh laporan dalam hitungan detik.