Statistik Performa Video Social Media 2025

Telusuri statistik utama performa video social media. Pahami perilaku penonton dan tingkatkan strategi video kamu untuk engagement dan hasil yang lebih baik.

social media video content statistics

Kalau aku tanya ke kamu, ke mana kamu pertama kali mencari sesuatu—baik itu rekomendasi produk, tutorial untuk menyelesaikan masalah tertentu, atau sekadar update berita terbaru—kamu pilih mana? YouTube? Atau mungkin TikTok?

Apa pun platformnya, aku yakin jawabannya pasti konten video. Benar, kan?

Memang, tidak ada rahasia kalau konten video sekarang mendominasi pencarian. Namun, meski secara umum lebih menarik, ada kalanya gambar sederhana jauh lebih berharga. Jika kamu butuh cuplikan cepat, solusi satu frame untuk masalahmu, seberapa efektif konten video saat itu?

Jangan salah paham, pasti ada keuntungannya. Tapi terlalu mengandalkan video saja bisa berbahaya untuk brand, apalagi jika kamu pertimbangkan karakter tiap audiens.

Baca riset engagement video ini di Instagram, Facebook, TikTok, dan LinkedIn untuk berbagai ukuran halaman, lalu kamu akan paham maksudku. Siap?

Ringkasan eksekutif

Statistik video LinkedIn:

  • Halaman LinkedIn yang lebih kecil mendapatkan tingkat engagement lebih tinggi.
  • Video LinkedIn berdurasi 2 menit punya engagement terbaik.
  • Video LinkedIn berdurasi 3 menit mendapatkan tampilan terbanyak.

Statistik Instagram Reels

  • Akun kecil punya engagement tertinggi di Instagram Reels.
  • Instagram Reels berdurasi 60 hingga 90 detik mendapatkan engagement dan tampilan terbanyak.

Statistik video Facebook

  • Akun yang lebih kecil punya tingkat engagement tertinggi di Facebook Reels.
  • Facebook Reels berdurasi 90 hingga 120 detik mendapatkan engagement terbanyak.
  • Facebook Reels berdurasi 1 menit menghasilkan tampilan terbanyak.
  • Halaman yang lebih besar mendapatkan lebih banyak tampilan di Facebook Reels.
  • Video live 30-40 menit di Facebook paling tinggi engagement-nya.

Statistik TikTok

  • Akun TikTok yang lebih kecil mendapatkan tingkat engagement lebih tinggi.
  • Video TikTok berdurasi 2 menit memiliki engagement dan tampilan terbaik.


Statistik engagement video social media

Statistik engagement Instagram Reels

Statistik performa Instagram Reels berdasarkan ukuran akun

Let’s be honest. Chasing big follower counts feels good. But when it comes to video engagement on social media, especially on Instagram, the numbers tell a different story. As your audience grows, your Instagram Reels engagement tends to shrink.

Inilah data engagement Instagram Reels untuk akun bisnis Instagram:

  • 1K-5K pengikut0,87%
  • 5K-10K pengikut0,72%
  • 10K-50K pengikut0,58%
  • 50K-100K pengikut0,50%
  • 100K-1M pengikut0,45%

Itu hampir penurunan engagement sebesar 50% dari akun kecil ke besar. Dan ya, kami juga merasakannya saat menjalankan konten video di berbagai level. Setelah kamu tembus 50.000, seolah algoritma langsung mengecilkan volume audiensmu. Audiens yang lebih kecil muncul. Mereka menonton. Mereka peduli. Mereka terlibat. Mereka engage.

ig reels eng by page size

Statistik performa Reels Instagram berdasarkan durasi video

Kamu pasti sering dengar: “Buat Reels yang singkat. Semua orang sekarang sibuk.” Tapi, berdasarkan data engagement video terbaru, saran itu sudah ketinggalan zaman.

Reels pendek masih cukup oke, tapi kejutan sebenarnya? Reels berdurasi 60 sampai 90 detik selalu mencatat tingkat engagement tertinggi. Semakin panjang video kamu (sampai batas tertentu), penonton makin betah, makin sering engagement dan berinteraksi.

Perubahan ini memberi tahu kita hal penting: audiens Instagram sekarang tidak hanya sekadar men-skip. Mereka mau bertahan jika kontennya punya kedalaman. Cerita, edukasi, dan konten behind-the-scenes semua mendapatkan manfaat dari ruang lebih untuk berkembang.

ig reels eng by length

Taktik strategis untuk meningkatkan engagement Reels kamu

  • Gunakan konten berurutan untuk menciptakan perilaku binge. Jangan asal unggah satu per satu secara acak. Rencanakan konten berurutan. Bagi pesanmu menjadi ‘Part 1’, ‘Part 2’, dan seterusnya, atau gunakan tips video harian untuk membangun momentum. Penonton jauh lebih mungkin kembali menonton dan menekan tombol ‘Follow’ jika mereka tahu masih ada konten berikutnya. Cara ini sangat cocok untuk konten edukasi, tutorial, dan behind-the-scenes.

Meta for Business often does this by creating a series of content on ‘Performance Talks’ and ‘20 20-second tips’.

  • Edit video kamu supaya looping mulus. Pernah menekan replay di Reel karena ending-nya langsung menyatu ke awal lagi? Looping seperti itu bikin orang menonton lebih lama. Atur video kamu agar adegan atau pesan terakhir langsung terhubung ke awal. Semakin mulus replay-nya, semakin tinggi waktu tonton total. Makin lama orang menonton, makin besar kemungkinan algoritma mendorong video kamu lebih jauh.
  • Desain thumbnail kamu agar langsung menarik perhatian, bukan sekadar terlihat sesuai brand. Choose a bold, high-contrast image with a real person’s face (ideally making eye contact), and layer it with a short, emotional hook like “This nearly failed…” or “What went wrong?” These kinds of covers stop the scroll and give your video a better shot at engagement from the first second.

Here’s an example from our profile.

  • Posting teaser + video payoff secara berurutan. Mulai dengan video singkat yang menggoda masalah, pertanyaan, atau situasi menegangkan. Lanjutkan dengan solusi atau hasilnya di video berikutnya. Saat kami memakai taktik ini, penonton lebih sering menyimpan kedua video, berkomentar, dan follow untuk menantikan kelanjutannya. Kamu bukan hanya membagikan cerita—kamu membangun rasa penasaran.
  • Tampilkan hasilnya dulu, lalu jelaskan prosesnya. Mulai dengan menunjukkan hasil akhir dalam 1-2 detik pertama. Setelah itu, jelaskan langkah-langkah mencapainya. Cara ini langsung menarik perhatian dan membuat orang bertahan lebih lama. Sangat efektif untuk akun bisnis, karena banyak orang melewati konten yang terasa terlalu jualan.

Begini cara Shopify menampilkan cerita pelanggan mereka.

  • Gunakan jendela 60-90 detik untuk mengubah format. Waktu ini sangat pas untuk demo produk, tutorial, dan studi kasus singkat. Konten yang sebelumnya terasa terburu-buru dalam 30 detik kini punya ruang yang cukup. Data kami menunjukkan audiens sudah mulai merespon dengan baik.

Statistik engagement Facebook Reels

Statistik performa Facebook Reels berdasarkan ukuran akun

Jika kamu mengandalkan engagement video organik di social media, Facebook bisa terasa seperti pasir hisap. Kamu posting, lalu menunggu... dan kadang, tidak ada respons sama sekali. Ini makin terasa di akun bisnis, di mana engagement Facebook Reels sudah turun sejak lama.

Tapi ini faktanya: penurunannya bukan kebetulan. Ada pola jelas yang menunjukkan langsung ke sumber masalahnya.

Berikut adalah rincian data engagement Facebook Reels untuk profil bisnis Facebook, berdasarkan jumlah pengikut:

  • 1K-5K pengikut: 0,40%
  • 5K-10K pengikut: 0.32%
  • 10K-50K pengikut: 0,30%
  • 50K-100K pengikut: 0,25%
  • 100K-1M pengikut: 0,20%

Dibandingkan dengan Instagram, angka ini jauh lebih rendah secara keseluruhan. Angka tersebut turun lebih cepat saat akun tumbuh. Saat kamu sudah mencapai 100K pengikut, rata-rata engagement kamu hanya 0,20%.

Masalah utamanya? Menonton secara pasif. Feed Facebook tidak dirancang untuk penemuan seperti Reels. Video hanyalah bagian dari aliran link, shares, dan meme. Jadi, kalau konten kamu tidak langsung memicu interaksi atau terasa alami bagi pengalaman pengguna, konten itu akan cepat terkubur.

fb reels eng by page size

Statistik performa Facebook Reels berdasarkan durasi video

Meskipun tingkat engagement di Facebook Reels secara keseluruhan lebih rendah dibandingkan di Instagram, ada satu tren yang ternyata mirip — Reels yang lebih panjang mendorong engagement lebih tinggi, setidaknya hingga durasi dua menit.

Titik optimal di sini jelas antara 90 dan 120 detik, artinya kamu punya cukup waktu untuk bercerita, membangun kepercayaan, atau menjelaskan konsep tanpa kehilangan penonton.

fb reels eng by length

Taktik strategis untuk meningkatkan engagement Reels Facebook kamu.

  • Minta engagement langsung di dalam konteks, bukan di caption. Alih-alih bilang “Suka dan bagikan!” di teks postingan, tambahkan CTA langsung ke visual video. Kami melihat permintaan singkat di tengah video seperti “Tag temanmu yang relate” atau pertanyaan di akhir seperti “Mana yang kamu pilih?” bisa menghasilkan lebih banyak komentar. Penonton sudah terlibat saat permintaan muncul.
  • Prioritaskan shares dibanding likes. Shares adalah mata uang sejati dari engagement video di Facebook. Like itu pasif, tapi share berarti seseorang menganggap videomu cukup berharga untuk dibagikan ke jaringan mereka sendiri. Aku menemukan bahwa video yang punya emosi, cerita yang relatable, atau tips praktis memicu jauh lebih banyak shares.
  • Manfaatkan nostalgia, alur cerita, atau opini. Basis pengguna Facebook didominasi oleh usia yang lebih tua. Video yang menggugah kenangan, sudut pandang kuat, atau drama singkat memiliki performa lebih baik dibanding konten berbasis tren.

Begini cara Starbucks menunjukkan evolusi cup liburannya dari 1997 hingga 2021.

  • Gunakan ulang komentar komunitas jadi skrip video baru. Ever run out of ideas for your next video? We turn to our own community. Comments and questions on past posts are a goldmine. We will grab a thoughtful comment or a common FAQ and build a short video around it. Not only does it show people that we are actually listening, it makes the content feel super relevant. 
  • Pakai Reels berdurasi lebih panjang untuk membangun kedalaman emosional atau edukasi. Di Facebook, konten hiburan cepat tidak terlalu menarik perhatian. Sebaliknya, hasil lebih baik muncul dari narasi yang pelan, insights yang mudah dipahami, atau edukasi soft-sell.

Statistik engagement video Facebook Live

Statistik performa video Facebook Live berdasarkan ukuran halaman

Facebook Live memang bukan format termudah untuk ditaklukkan, dan datanya pun membuktikan. Kalau kamu tidak punya tujuan jelas, mudah saja untuk siaran langsung… dan lihat audiensmu pergi sebelum kamu sempat berbicara.

Namun, kalau kamu melakukannya dengan benar, terutama dengan jumlah pengikut yang lebih sedikit tapi engagement tinggi, Live tetap bisa diandalkan. Tapi skalanya tidak sebesar format video lainnya.

Berikut data engagement video yang menunjukkan performa Facebook Live berdasarkan ukuran halaman:

  • 1K-5K pengikut: 0,50%
  • 5K-10K pengikut: 0,40%
  • 10K-50K pengikut: 0,25%
  • 50K-100K pengikut: 0,15%
  • 100K-1M pengikut: 0,05%

Itu tren yang jelas: semakin banyak pengikut yang kamu punya, makin sulit menjaga mereka tetap terlibat saat sesi live. Kenapa? Karena Live bergantung pada koneksi dan kehadiran langsung. Saat audiens merasa kamu berbicara dengan mereka, bukan hanya kepada mereka, engagement muncul. Jika pengikutmu banyak dan lebih pasif, koneksi real-time jadi semakin sulit untuk dipertahankan.

fb live eng by page size

Statistik performa video Facebook Live berdasarkan durasi video

Engagement di Facebook Live mencapai puncak antara 30 hingga 40 menit, dengan tingkat yang lebih rendah sebelum maupun setelah durasi tersebut. Ini merupakan perubahan besar dari yang selama ini banyak brand harapkan dan jadi insight berharga saat merencanakan konten Live.

Menariknya, Live lebih dari 40 menit ternyata performanya sama buruknya dengan yang sangat singkat. Ini menunjukkan kelelahan penonton itu nyata. Bahkan audiens yang aktif engagement-nya pun punya batas.

fb live eng by length

Taktik strategis untuk membuat audiens kamu tetap tertarik selama sesi live.

  • Fokuskan tujuanmu. Sesi live yang terlalu umum sering dilupakan. Jalankan sesi yang sangat spesifik. Misalnya, “5 tips untuk pelanggan baru”, “Di balik layar produk kami berikutnya”, atau “Live Q&A dengan formulator skincare kami.” Topik spesifik menarik perhatian.
  • Mulai engagement sekarang juga. Ajukan pertanyaan. Sapa orang dengan nama mereka. Tanggapi chat. Satu menit pertama menentukan suasana. Pastikan Live terasa seperti percakapan, bukan pidato.
  • Segmentasikan sesi agar energi tetap tinggi. Bagi Live kamu jadi beberapa bagian: intro → konten utama → tanya jawab audiens → penutup dengan CTA. Ini membuat sesi lebih terstruktur dan memberi alasan audiens untuk tetap engaged sampai akhir.
  • Rencanakan format 30-40 menit. Data kami menunjukkan durasi ini paling efektif untuk Live di Facebook. Cukup lama untuk menciptakan interaksi dan memberi nilai. Cukup singkat agar penonton tidak bosan.

Statistik engagement video TikTok

Statistik performa video TikTok berdasarkan ukuran akun

Untuk brand yang ingin memahami TikTok, pertanyaannya selalu sama: Apakah platform ini benar-benar layak untuk diupayakan?

Jawaban singkatnya? Ya, jika kamu tahu apa yang harus diukur.

TikTok’s video engagement isn’t about followers. It’s not about views either. What actually matters is engagement per view — the ratio that tells you if your content is just being seen… or truly working.

Dan di sinilah data ini jadi menarik:

  • 1K-5K pengikut: 5,35%
  • 5K-10K pengikut: 4,90%
  • 10K-50K pengikut: 4,60%
  • 50K-100K pengikut: 4,45%
  • 100K-1M pengikut: 4,60%
tiktok ER by account size

Statistik performa video TikTok berdasarkan durasi video

Saat TikTok pertama kali booming, formula suksesnya sederhana: buat singkat, menarik, dan penuh energi. Tapi sekarang? Angkanya menunjukkan perubahan.

While engagement rates across the board are notably higher than other platforms, there’s a clear pattern of increased engagement as video length grows, with the highest rates showing up just beyond the 2-minute mark.

tiktok ER by video length

Taktik strategis untuk meningkatkan engagement akun TikTok kamu

  • Gunakan video yang lebih panjang untuk menceritakan kisah lengkap. Baik itu studi kasus singkat, panduan, atau transformasi produk, TikTok yang lebih panjang memberimu ruang untuk membangun rasa penasaran, memberi nilai, dan mencapai hasil akhir, semuanya dalam satu video.
  • Gunakan prompt duet untuk mengubah penonton pasif menjadi peserta aktif. Jangan hanya membuat konten untuk audiensmu, tapi ajak mereka terlibat langsung. Ungkapan seperti “Apa yang akan kamu lakukan di sini?” atau “Buat versi kamu sendiri” mendorong interaksi dan balasan video secara langsung, yang sangat diperhitungkan dalam algoritma engagement TikTok.
  • Pancing dengan masalah visual, bukan hanya kata-kata. Bayangkan ini: spreadsheet penuh data berantakan, alat yang tiba-tiba error, atau seseorang melongo di depan layar. Visual seperti itu langsung menarik perhatian sebelum satu kata pun terucap. Menurut pengalaman aku, mulai dari masalah bikin orang penasaran dengan solusinya. Ketegangan menarik mereka, dan solusi membuat mereka terus menonton.
  • Gunakan analytics retensi untuk membongkar keberhasilan konten. Jika kamu sering melihat penurunan sekitar detik ke-3 sampai 5, berarti intro kamu bermasalah.

Statistik engagement video LinkedIn

Statistik performa video TikTok berdasarkan ukuran halaman

Kalau kamu ingin mengembangkan strategi video marketing, LinkedIn adalah tempat di mana konsistensi menang diam-diam. Memang LinkedIn tidak menawarkan viralitas seperti TikTok atau kecepatan Instagram, tapi yang ditawarkan adalah audiens profesional, fokus, serta tingkat engagement yang benar-benar bisa tumbuh.

Berbeda dari kebanyakan platform yang pertumbuhannya sering diikuti penurunan tajam performa, LinkedIn menunjukkan pola unik: kurvanya stabil. Hal ini membuat LinkedIn jadi salah satu channel paling underrated untuk engagement video berkualitas tinggi di social media.

  • 1K-5K follower: 6,60%
  • 5K-10K follower: 6,10%
  • 10K-50K pengikut: 6,35%
  • 50K-100K pengikut: 5,50%
  • 100K-1M pengikut: 5,05%

Penurunan ringan di 50K impressions itu wajar. Tapi berbeda dengan Instagram atau Facebook, penurunannya tidak drastis. Bahkan dengan 100K+ pengikut, tolok ukur performa konten video tetap kuat.

Kenapa? Karena pengguna LinkedIn tidak bergulir untuk hiburan. Mereka mencari nilai. Jika videomu memberikan pengetahuan, insight, atau keahlian yang relevan dengan pekerjaan mereka, mereka akan menonton. Dan mereka akan engage.

linkedin video ER by page size

Statistik performa video LinkedIn berdasarkan durasi video

Dulu LinkedIn hanya soal teks dan konten statis. Tapi itu sudah berubah. Sekarang, engagement konten video di LinkedIn meningkat pesat, dan data menunjukkan hal mengejutkan: semakin panjang video kamu, semakin kuat responsnya.

Bukan cuma LinkedIn memperbolehkan video yang lebih panjang, tapi juga memberikan penghargaan untuk itu.

Zona 90-120 detik itu? Di situlah tambang emas kamu. Engagement paling tinggi di sini - 7,2%, tertinggi dari semua rentang waktu. Tapi setelah lewat 3 menit pun, performa tetap kuat.

Tidak seperti platform yang mengandalkan perhatian singkat, audiens LinkedIn siap untuk konten yang mengajarkan, memberi informasi, dan menjelaskan. Jika kamu memberikan nilai nyata, mereka akan menonton.

linkedin video ER by length

Taktik strategis untuk meningkatkan engagement video kamu di LinkedIn

  • Fokus pada konten edukatif, bukan promosi. Coba ingat kapan terakhir kali kamu benar-benar berhenti menonton video promosi dari sebuah perusahaan. Mungkin sangat jarang, kan? Orang-orang sebenarnya lebih suka video yang memberikan pengetahuan. Kalau kamu fokus membantu, bukan sekadar menawarkan, penonton akan menonton lebih lama dan lebih percaya pada brand kamu.

Begini cara kami menghubungi seorang ahli untuk mendapatkan insights tren social media.

  • Posting di waktu yang tepat. Engagement dalam 90 menit pertama setelah posting sangat menentukan jangkauan videomu. Posting saat jaringanmu aktif, seperti pagi hari dan sore di hari kerja, lalu tag kolaborator untuk mendorong interaksi awal.
  • Perkenalkan format yang bisa diulang. Capitalize on a content pillar your audience can rely on. A weekly tip series, a recurring Q&A with your team, or regular commentary on industry news creates rhythm and expectation. This signals consistency to both the algorithm and your audience.

For example, Notion had a founder Friday series going on where they invited founders to share their learnings.

  • Manfaatkan storytelling atau konten berbasis insight dalam durasi 90-120 detik. Rentang waktu ini cukup untuk menyampaikan ide secara utuh. Coba bagikan kepemimpinan pemikiran, studi kasus singkat, pembahasan di balik layar, atau komentar industri.
  • Utamakan nilai, bukan sensasi. Kait perhatian penonton dalam beberapa detik pertama dengan konten bermakna. Lewati intro panjang dan basa-basi. Mulailah dengan kalimat kuat, insight, atau pernyataan masalah yang menarik perhatian dan menetapkan suasana.

Statistik tampilan video

Statistik performa tampilan Instagram Reels

Statistik performa tampilan Instagram Reels berdasarkan ukuran akun

Reels ada di mana-mana. Dulu sekadar eksperimen keren, sekarang sudah jadi bagian tetap hampir di setiap kalender konten. Tapi, pertanyaannya bukan apakah kamu harus posting Reels. Yang penting adalah, apa yang data tampilan ungkap tentang audiensmu.

Saat kami mempelajari performa Reels di akun bisnis dengan berbagai ukuran, angkanya menunjukkan cerita menarik.

Views do grow with audience size, but the real twist happens once you cross that 50K mark. That’s when traction accelerates. It suggests Reels don’t just scale with reach. They thrive when consistent engagement and platform signals amplify the content.

Dengan kata lain, Reels bukan sekadar soal menerbitkan. Reels adalah tentang membangun momentum yang terus berkembang seiring audiens kamu bertambah.

ig reels views statistics by page size

Statistik performa tampilan Instagram Reels berdasarkan durasi

Kamu pasti sering dengar saran: "Buat Reels singkat atau kamu akan kehilangan audiens." Tapi data engagement video terbaru menunjukkan gambaran yang lebih kompleks. Reels singkat tetap dapat tampilan, tapi momentum sebenarnya terjadi di durasi 60-90 detik.

Dengan kata lain, ruang gerakmu lebih besar dari yang kamu kira jika digunakan dengan bijak.

Berikut pembagian jumlah tampilan Reels Instagram berdasarkan durasi video:

  • 1-15 detik: 1.750 tampilan
  • 15-30 detik: 3,000 views
  • 30-45 detik: 4.180 tampilan
  • 45-60 detik: 4.720 tampilan
  • 60-90 detik: 5.400 tampilan
  • 90-120 detik: 4.965 tampilan
  • 120-180 detik: 4.134 tampilan
  • >180 detik: 4,200 views

Tapi penurunan setelah 90 detik juga penting. Begitu kamu melewati 2 menit, tampilan turun terus-menerus, meski tidak drastis.

Data ini menunjukkan satu hal yang jelas: audiens mau bertahan, tapi hanya jika videomu layak.

ig reels views statistics by video length

Taktik strategis untuk meningkatkan tampilan Reels Instagram kamu

  • Perlakukan Reels sebagai feedback loop. Jumlah tampilan memberi tahu kamu tentang kecocokan konten dengan pasar. Jika Reels kamu belum mendapat traction, meski follower sudah banyak, mungkin saatnya kamu tinjau kembali format, tempo, atau topik.
  • Gunakan tempo, bukan durasi, agar penonton tetap menonton. Klip dua menit bisa terasa singkat jika energinya terus tinggi. Potong bagian yang tidak penting, jaga alur tetap bergerak, dan tambahkan teks, perubahan audio, atau transisi cepat untuk memberi sinyal masih ada yang menarik. Kalau alurnya rapat, penonton akan tetap bertahan berapapun durasinya.
  • Perlakukan 5 detik pertama seperti trailer. Hook tetap lebih penting dari apa pun. Baik durasi 15 detik atau 90 detik, membuat konten video untuk social media selalu dimulai dengan satu pertanyaan: “Apakah mereka akan berhenti scrolling?”.

Statistik performa tampilan Facebook Reels

Statistik performa tampilan Facebook Reels berdasarkan ukuran halaman

Facebook Reels mungkin tidak sepopuler TikTok atau Instagram, tapi diam-diam jadi pendorong pertumbuhan utama. Apalagi saat halaman kamu semakin besar.

Data menunjukkan jumlah tampilan meningkat tajam seiring ukuran audiens. Artinya, kreator dan brand yang punya strategi jangka panjang memiliki potensi visibilitas nyata.

Berikut cara rata-rata tampilan Facebook Reels meningkat berdasarkan ukuran akun:

  • 1K-5K pengikut: 280 tampilan
  • 5K-10K pengikut: 650 tampilan
  • 10K-50K pengikut: 1.700 tampilan
  • 50K-100K pengikut: 3.600 tampilan
  • 100K-1M pengikut: 10.600 tampilan

Ini salah satu pola pertumbuhan paling jelas di semua platform. Tampilan lebih dari tiga kali lipat antara 5K dan 50K pengikut, lalu hampir tiga kali lipat lagi antara 50K dan 100K. Intinya? Begitu akun kamu mulai berkembang, Facebook akan menghargai konsistensi dan skala dengan visibilitas yang besar.

fb reels views by page size

Statistik performa tampilan Facebook Reels berdasarkan durasi video

Tidak cukup hanya bilang ‘buat Reels kamu 60-90 detik.’ Pertanyaannya, mengapa durasi seperti itu bisa meningkatkan tampilan, dan bagaimana memanfaatkannya sebagai keunggulan kreatif. Angkanya menunjukkan pola yang sangat spesifik. Ini memberi tahu kamu lebih dari sekadar ‘kurangi bagian yang tidak penting.’

Ini yang kami temukan saat menganalisis rata-rata tampilan berdasarkan durasi Reel:

  • Di bawah 30 tahun: 4.600 tampilan
  • 30-60 detik: 4.400 tampilan
  • 60-90 detik: 5.000 tampilan
  • 90s-120s: 4.100 tampilan
  • Lebih dari 120 detik: 3.600 tampilan

Video dalam rentang 60-90 detik memberikan performa terbaik. Format yang lebih pendek atau lebih panjang tertinggal. Ada penurunan performa yang terlihat setelah melewati 90 detik. Video di bawah 30 detik masih bagus, tapi bukan yang terbaik.

Pola ini menunjukkan perilaku utama: Facebook memberi penghargaan pada brand yang memberikan nilai penuh tanpa menguras perhatian. Kamu punya sekitar satu menit untuk menyampaikan pesanmu. Brand yang memanfaatkan waktu itu akan memenangkan feed.

fb reels views statistics by video length

Wawasan strategis untuk meningkatkan tampilan kamu di Facebook Reels

  • Rencanakan konten untuk skala besar, bukan hanya audiens hari ini. Algoritma Reels Facebook lebih memprioritaskan kreator atau brand yang secara konsisten menghadirkan konten berkualitas tinggi yang dapat diprediksi. Pilih 2-3 pilar konten yang benar-benar cocok dengan audiens kamu dan rotasi secara konsisten. Dengan cara ini, penonton akan mengenali brand kamu dan terus mengikuti Reels kamu.
  • Fokus pada kesederhanaan agar konten kamu mudah dipahami. Banyak pengguna Facebook menonton Reels tanpa mengaktifkan suara. Jadi, gunakan teks besar, konteks yang jelas, dan minim gangguan. Pastikan video kamu tetap efektif dengan atau tanpa suara, dan sebaiknya tampilkan ide utama dalam 1-2 detik pertama.

For example, this Reel by HubSpot gets every element right to make content easily understandable, with or without voice.

  • Gunakan Reel yang lebih panjang untuk menguji retensi. Penurunan setelah 90 detik bukan hanya soal perhatian, tapi juga ketahanan. Saat kamu membuat durasi panjang, lakukan dengan tujuan yang jelas — uji storytelling, edukasi mendalam, atau konten berseri. Pastikan tiap detik lebih bermakna.

Statistik performa tampilan TikTok

Statistik performa tampilan video TikTok berdasarkan ukuran akun

TikTok membalik model pertumbuhan tradisional. Di sebagian besar platform, ukuran audiens menentukan visibilitas kamu. Tapi di sini? Konten kamu yang menentukan tampilan, tidak peduli seberapa besar akun kamu.

Tapi saat kami melihat data, satu hal menonjol: semakin besar akun, semakin besar kenaikan tampilan.

Akun yang lebih kecil, misalnya di bawah 10.000 pengikut, harus 'membuktikan' setiap konten. Algoritma menguji video mereka ke audiens kecil dulu. Jika engagement tidak kuat, videonya tidak akan menjangkau lebih luas.

Tapi saat akun berkembang, pool pengujian juga membesar. Video dari akun dengan 100K pengikut akan muncul ke lebih banyak orang, lebih cepat. Jika performa langsung bagus, algoritma akan mendorongnya lebih kuat.

Lebih banyak pengikut berarti reach awal lebih besar. Saat grup awal ini merespon positif, TikTok menganggapnya sinyal kuat untuk terus mendistribusikan konten itu.

Itulah sebabnya kamu melihat perbedaan angka yang sangat tajam. Dari 10K ke 100K, rata-rata tampilan naik dari sekitar 4,4K ke 10,8K. Dari 100K ke atas, angkanya melonjak lagi ke lebih dari 31K. Sistem lebih memercayai konten itu karena sudah sering melihat akun tersebut tampil bagus berulang kali.

Jadi benar, konten yang bagus tetap mendorong tampilan. Namun setelah kamu membangun audiens yang kuat, TikTok membuat konten kamu menyebar lebih cepat, lebih luas, dan dengan hambatan yang lebih sedikit.

tiktok views statistics by account size

Statistik performa tampilan video TikTok berdasarkan durasi video

TikTok dikenal lewat video singkat dan menarik. Tapi platform ini sudah berubah, begitu juga dengan perilaku penonton.

Berikut perbandingan rata-rata tampilan di berbagai durasi video:

  • 1s-15s: 5.368 tampilan
  • 15s-30s: 5,606 views
  • 30-60 detik: 7.823 tampilan
  • 60-90 detik: 16.164 tampilan
  • 90s-120s: 16.900 tampilan
  • 120d+: 20.320 tampilan

Data kami menunjukkan bahwa video yang lebih panjang sekarang secara konsisten mengungguli video pendek, dengan rata-rata tampilan meningkat tajam seiring bertambahnya durasi video. Kalau kamu masih membatasi video di 15-30 detik saja, kemungkinan besar kamu kehilangan peluang reach.

Ada perubahan jelas setelah melewati satu menit. Video berdurasi lebih dari 60 detik menarik lebih dari dua kali lipat tampilan dibanding format yang lebih pendek, dan tren ini terus berlanjut hingga melampaui dua menit.

tiktok views statistics by video length

Taktik strategis untuk meningkatkan tampilan kamu di TikTok.

  • Coba hal di luar zona nyaman kamu. Kalau kamu selalu posting video 15-30 detik, saatnya bereksperimen. Ambil video pendek yang sudah berhasil dan kembangkan jadi versi 60 detik dengan detail atau cerita yang lebih kuat. Lalu cek angkanya. Seringkali, hasilnya menunjukkan video lebih panjang tetap bisa menarik jika kontennya memang layak.
  • Pakai format dengan progres alami. Video yang lebih panjang bisa berhasil, tapi hanya jika kamu rencanakan dengan strategi. Jangan sampai audiens jadi tidak sabar. Salah satu trik yang efektif adalah pakai konten berbasis proses atau waktu. Misalnya, gunakan format seperti “lihat proses ini selama 60 detik” atau “inilah yang berubah dalam satu menit” untuk memberi penghargaan kepada penonton yang bertahan.
  • Berikan tujuan yang lebih pada konten panjang, bukan sekadar performa.Not every long video needs to go viral. Some can anchor a campaign, test a message, or show depth. Use longer videos to test storytelling, product education, or new positioning, then turn the best-performing ideas into snappier, ad-ready versions.

Statistik performa tampilan video LinkedIn

Statistik performa tampilan video LinkedIn berdasarkan ukuran halaman

Tampilan video LinkedIn tidak selalu naik seiring pertumbuhan halaman seperti yang kamu bayangkan. Meskipun kamu mengira jumlah pengikut yang lebih banyak pasti memberi visibilitas lebih tinggi, data menunjukkan cerita yang lebih rumit. Semua marketer B2B perlu memperhatikan hal ini.

Awalnya, tampilan bertambah secara stabil. Tapi di antara 50K dan 100K, grafik menurun sebelum melonjak tajam saat akun melewati 100K. Ini menandakan ada plateau visibilitas di LinkedIn. Algoritmanya tidak hanya menyesuaikan tampilan berdasarkan ukuran. Algoritma menunggu sinyal konsistensi, otoritas, dan nilai.

linkedin video views by page size

Statistik performa tampilan video LinkedIn berdasarkan durasi video

LinkedIn tidak memberikan keuntungan pada durasi video seperti yang kamu kira. Data ini menunjukkan bahwa tampilan tidak mengikuti pola linear. Beberapa video pendek punya performa bagus. Beberapa video berdurasi sedang justru menurun. Lalu, secara mengejutkan, video lebih dari 3 menit malah melesat ke puncak.

Fokus di sini adalah pada tujuan. Kalau kamu tidak menyesuaikan durasi konten dengan pesan, bisa jadi kamu kehilangan banyak tampilan.

Rata-rata tampilan video berdasarkan durasi:

  • Di bawah 30 detik: 900 tampilan
  • 30-60 detik: 960 tampilan
  • 60-90 detik: 700 tampilan
  • 90s-120s: 900 tampilan
  • 120-180 detik: 600 tampilan
  • Lebih dari 180 detik: 1.400 tampilan

Yang menonjol adalah penurunan di tengah. Video antara 60 detik dan 180 detik kurang maksimal. Tapi begitu konten melewati 3 menit, jumlah tampilan lebih dari dua kali lipat video berdurasi 2 menit. Ini memberi tahu kita: LinkedIn mau konten singkat atau mendalam, tapi bukan di tengah-tengah.

linkedin views by video length

Taktik strategis untuk meningkatkan tampilan video kamu di LinkedIn

  • Fokus pada konten edukasi untuk meningkatkan visibilitas. Platform ini memberi penghargaan pada konten yang punya nilai guna, bukan sekadar basa-basi. Aku perhatikan, saat tampilan menurun, biasanya karena postingan terlalu promosi, bukan memberikan nilai. Video yang membahas satu statistik, framework singkat, atau ide yang jelas selalu menjangkau lebih banyak orang.

Here’s how Modash does it.

  • Bangun kembali momentum saat pertumbuhan melambat. Setelah mencapai 50K followers, LinkedIn biasanya mulai berhenti membantu kecuali kamu tetap aktif. Atur ulang ritme posting kamu. Upload video secara konsisten minimal 3-4 minggu. Algoritma butuh sinyal bahwa konten kamu tetap aktif, relevan, dan layak didistribusikan.
  • Fokuskan pada format yang paling sukses. Ingin kejar 100K? Tidak perlu buat yang baru dari awal. Ajari dulu platform tentang siapa kamu. Lihat analytics kamu dan temukan format yang sudah berhasil (tips singkat, stories, behind-the-scenes). Lalu ulangi terus. Ubah format itu menjadi seri yang langsung dikenali audiensmu. Jika konten terasa familiar, penonton dan algoritma paham langkah selanjutnya. Di situlah pertumbuhan mulai meningkat pesat.

Metodologi

Untuk Instagram dan Facebook, rata-rata tingkat engagement video dihitung berdasarkan jumlah pengikut. Riset ini mencakup analisis 11 juta postingan Instagram dan 3 juta postingan Facebook.

Untuk TikTok, rata-rata tingkat engagement video dihitung berdasarkan tampilan. Riset ini menganalisis 2 juta video TikTok.

Untuk LinkedIn, rata-rata tingkat engagement video dihitung berdasarkan impressions. Riset ini menganalisis 67 ribu video LinkedIn.

Analisis pesaing kamu dalam hitungan detik

Lacak dan analisis pesaing kamu, lalu dapatkan metrik social media terbaik dan lainnya!

Siap meningkatkan strategi social media kamu dengan insights real-time?

Dapatkan insights strategis. Analisis performa social media di semua channel. Bandingkan metrik dari periode berbeda dan unduh laporan dalam hitungan detik.