Audit YouTube GRATIS

Insights yang membantu kamu membagi waktu dan anggaran dengan lebih efisien.

HBO logo

HBO

3.0M Jumlah Subscriber

0.02Engagement icon
Tingkat engagement
612.09Likes icon
Rata-rata Likes
27.09Likes icon
Rata-rata Komentar
Info icon

Top Performing Posts

Profile picture HBO
Videolike
Video iconPost image
Jayne Mansfield was a Hollywood legend. Mariska Hargitay embarks on a ... see more
Jun 3, 2025
3.0M followers
Tingkat engagement
0.228like
Profile picture HBO
Videolike
Video iconPost image
Death can make you a killing. A funeral empire built on secrets and sc... see more
May 19, 2025
3.0M followers
Tingkat engagement
0.17like
Profile picture HBO
Videolike
Video iconPost image
A scandal decades in the making in Buckeye Nation. #SurvivingOhioStat... see more
Jun 5, 2025
3.0M followers
Tingkat engagement
0.056like

Analysis

Konten logo

Konten

32
Total Postingan
1.07
Rata-rata Postingan per Hari
Info icon
Engagement logo

Engagement

20K
Total Engagement Organik
639.19
Rata-rata engagement
Info icon

*Analisis ini hanya menggunakan data selama 30 hari terakhir.

Perlu buktikan performa YouTube dengan data nyata? Coba uji coba GRATIS 14 hari dan akses data analytics YouTube untuk benchmarking, bandingkan, dan buat laporan dengan percaya diri

Coba gratis selama 14 hari

Cara menganalisis performa YouTube kamu dengan Socialinsider

Analytics social media dari Socialinsider memudahkan kamu mengukur dan membandingkan performa social media dengan kompetitor dan pelaku industri lain.

Step 1

Mulai dengan membuat akun percobaan.

Step 2

Hubungkan profil yang kamu kelola.

Step 3

Pilih rentang waktu yang ingin kamu analisis.

Step 4

Lihat jenis dan tema konten dengan performa terbaikmu

Media sosial

Analisis performa YouTube kamu

Analisis dan lacak metrik YouTube kamu dengan mudah. Lakukan audit dan bandingkan dengan kompetitor YouTube menggunakan Socialinsider.

Pertanyaan umum tentang audit YouTube

Punya pertanyaan? Kami punya jawabannya.

Why isn’t my YouTube channel growing, and how can I audit my analytics to find what’s holding it back?

If your YouTube channel isn’t growing and you need to audit your analytics to pinpoint what’s holding you back, start by examining recent trends in views, subscriber growth, and average watch time. Compare these metrics against past periods to spot any slowdowns or plateaus. Explore which video topics, titles, or formats draw in new viewers and which struggle to hold attention—if engagement or retention drops early in a video, it likely means the opening or content hook isn’t resonating enough to keep people watching.

Look at your click-through rates on thumbnails and titles, since weak first impressions often limit discovery. Review publishing frequency and timing, even if you haven’t changed them, because shifts in audience behavior or YouTube’s algorithm can suddenly affect visibility. Dive into traffic sources as well—check whether your channel is relying too much on subscribers rather than surfacing in search, suggested, or browse features, which are critical for organic growth.

A social media analytics tool like Socialinsider can make this work easier and more insightful, presenting historical data in an accessible dashboard so you can visualize long-term trends and quickly compare your results to competitors. Additionally, by benchmarking performance, you can see if your channel’s growth pattern is unique or reflects industry-wide shifts.

Bagaimana cara mengaudit niche dan topik konten agar kamu tahu apakah channel kamu terlalu luas atau membingungkan algoritma?

Untuk mengaudit apakah niche atau topik konten channel YouTube kamu terlalu luas, mulai dengan meninjau analytics channel untuk melihat topik atau seri video mana yang konsisten menghasilkan tampilan, engagement, dan pertumbuhan subscriber tertinggi. Perhatikan bagaimana retensi audiens dan waktu tonton berbeda pada tiap tema konten. Penurunan signifikan atau hasil yang tidak konsisten bisa jadi tanda audiens bingung atau tidak menemukan minat mereka secara stabil.

Dalami lagi dengan menganalisis sumber traffic dan performa video yang direkomendasikan. Jika konten kamu jarang muncul bersama di rekomendasi YouTube, atau ada sedikit tumpang tindih audiens antar video, biasanya berarti algoritma kesulitan mengkategorikan channel kamu. Pikirkan juga apakah upload kamu sering melompat ke topik atau gaya yang tidak berhubungan. Variasi ini kadang terlihat positif, tapi bisa mengurangi otoritas kamu dan membuat algoritma serta penonton susah memahami nilai utama channel kamu.

Selain itu, alat analytics social media seperti Socialinsider bisa membantu kamu membagi dan benchmarking data performa per topik. Ini mempermudah analisis tema mana yang membangun penonton setia dan mana yang justru membingungkan atau gagal menarik penonton berulang.

Bagaimana cara mengaudit konsistensi upload agar kamu tahu apakah jadwal posting yang tidak teratur berdampak buruk pada performa channel kamu?

Untuk mengaudit apakah konsistensi upload yang tidak teratur mempengaruhi performa channel YouTube kamu, mulai dengan memetakan jadwal publikasi selama beberapa bulan terakhir. Bandingkan periode upload yang konsisten dengan saat kamu melewatkan jadwal rutin atau berhenti posting sepenuhnya. Perhatikan tren tampilan, waktu tonton, dan pertumbuhan subscriber sebelum, selama, dan sesudah perubahan ini. Amati apakah engagement atau momentum turun setiap kali frekuensi posting menurun atau jadi tidak menentu. Pola ini biasanya menunjukkan algoritma lebih memilih channel yang membuat penonton kembali secara teratur.

Bagaimana cara mengaudit strategi Shorts vs. long-form untuk melihat apakah Shorts berdampak negatif pada channel kamu?

Untuk mengaudit apakah YouTube Shorts berdampak negatif pada channel kamu dibandingkan video long-form, mulai dengan segmentasi analytics. Lacak Shorts dan konten long-form secara terpisah: berdasarkan tampilan, durasi tonton, kenaikan subscriber, dan engagement. Perhatikan jika ada perubahan mendadak dalam pertumbuhan channel, total waktu tonton, atau metrik penonton yang kembali setelah kamu meningkatkan jumlah Shorts. Penurunan durasi tontonan rata-rata atau retensi pada video long-form bisa jadi pertanda terlalu banyak Shorts menarik audiens berbeda atau membuat penonton utama kurang tertarik pada konten mendalam.

Bandingkan sumber traffic setiap format. Jika Shorts mendapatkan tampilan terutama dari Shorts feed dan sedikit mengarahkan ke video utama, audiensnya bisa jadi terpisah dari konten long-form kamu. Lihat juga apakah subscriber baru dari Shorts tetap aktif menonton upload reguler, atau justru banyak yang tidak terlibat. Jika performa menurun, engagement rate makin rendah, atau video long-form semakin jarang muncul di algoritma setelah upload Shorts, bisa jadi fokus channel atau otoritas kamu di algoritma mulai kabur.

Bandingkan output kamu dengan strategi channel sukses lainnya. Lihat apakah pendekatan seimbang memberikan pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Analisis segmentasi ini membantu kamu memutuskan: apakah perlu sesuaikan strategi posting, sambungkan penonton Shorts ke perpustakaan utama, atau rapikan fokus channel supaya kedua format sama-sama mendorong engagement dan pertumbuhan tanpa saling memakan.

Siap meningkatkan strategi social media kamu dengan insights real-time?

Dapatkan insights strategis. Analisis performa social media di semua channel. Bandingkan metrik dari periode berbeda dan unduh laporan dalam hitungan detik.